PERBEDAAN TEMUAN AUTOPSI VERBAL PPOK PADA WILAYAH URBAN DAN RURAL DI KABUPATEN SLEMAN, YOGYAKARTA
Ahmad Ahsan Hafizh A, Dr.dr. Beta Ahlam Gizela, DFM, Sp. F.M., Subsp.FK(K) ; dr. Muhammad Taufik Ismail, Sp.JP
2023 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER
Latar Belakang : Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian di seluruh dunia. Menurut prediksi WHO, PPOK merupakan penyebab kematian ke-4 di seluruh dunia diperkirakan pada tahun 2020 akan menjadi penyebab kematian ketiga di seluruh dunia.Sebagai pengingat pentingnya masalah PPOK, WHO menetapkan hari PPOK sedunia (COPD day) diperingati setiap tanggal 18 November. Akan tetapi masih sedikit penelitian tentang penyebab PPOK di daerah urban dan rural mengingat penyakit-penyakit di atas insidensinya berbeda di daerah urban dan rural. Penelitian ini membahas mengenai hubungan temuan demografis, faktor risiko, dan manifestasi klinis ppok dengan tempat tinggal subjek penelitian menggunakan metode verbal autopsi pada keluarga atau perawat pasien yang meninggal karena PPOK
Tujuan : Untuk melihat perbedaan temuan PPOK pada daerah rural dan urban di Kabupaten Sleman, Yogyakarta
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan observatif dan menggunakan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini yaitu penduduk daerah Sleman yang meninggal karena penyakit ppok dengan sampel sebanyak 64 subjek. Sampel diambil dari data HDSS Sleman, yang mengikuti Autopsi verbal pada tahun 2016-2021.
Hasil : Sampel pada penelitian ini sebanyak 64 responden. Responden yang berjenis kelamin laki -laki sebesar 59,4% sedangkan perempuan sebesar 40,6%. Responden yang bertempat tinggal di urban sebesar 89% sedangkan yang bertempat tinggal di rural sebesar 10,5%. Responden yang berusia produktif sebesar 81,3% sedangkan lansia sebesar 18,8%. Setelah dilakukan analisis karakteristik demografis, faktor risiko merokok, dan manifestasi klinis ditemukan tidak memiliki perbedaan proporsi yang bermakna antara daerah tempat tinggal
Kesimpulan : Tidak ditemukan perbedaan
yang signifikan antara temuan demografis, faktor risiko, dan manifestasi
klinis terhadap kematian akibat PPOK pada urban dan rural di Kabupaten Sleman, Yogyakarta
Background: Chronic obstructive pulmonary disease (COPD) is one of the main causes of morbidity and death worldwide.
According to WHO predictions, COPD is
the 4th cause of death worldwide and it is estimated that by 2020 it will
become the third cause of death worldwide.
Objective: To see differences in the findings of COPD in rural and urban areas in Sleman Regency, Yogyakarta
Methods: This research is an analytical research with an observative design and uses secondary data. The population in this study were residents of the Sleman area who died of COPD with a sample of 64 subjects. The sample was taken from HDSS Sleman data, which took part in verbal autopsy in 2016-2021.
Results: The sample in this study was 64 respondents. Respondents who were male were 59.4% while women were 40.6%. Respondents who live in urban areas are 89% while those who live in rural areas are 10.5%. Respondents who are productive are 81.3% while the elderly are 18.8%. After analyzing demographic characteristics, smoking risk factors, and clinical manifestations, it was found that there were no significant differences in proportions between areas of residence
Conclusion : There was no significant difference between demographic findings,
risk factors, and clinical manifestations of COPD-related deaths in urban and rural areas
in Sleman District, Yogyakarta.
Kata Kunci : PPOK, Urban ,Rural, Autopsi Verbal, Kematian