Analisis Daya Dukung Amenitas Pariwisata pada Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur Menggunakan Model Tourism Carrying Capacity Index (TCCI)
Adhitya Rashta Alamsyah, Dr. Tri Kuntoro Priyambodo, M.Sc; Prof. Dr. Sudarmadji, M.Eng.Sc
2023 | Tesis | S2 Magister Kajian Pariwisata
Daya dukung pariwisata bukan lagi sekitar membatasi jumlah wisatawan, namun alat manajemen dinamis yang dapat digunakan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dengan bertanggung jawab.
Penelitian ini dilakukan dari sudut pandang aspek amenitas pariwisata, diawali dengan menemukan ketersediaan unsur-unsur amenitas pariwisata kemudian menghitung nilai daya dukung amenitas pariwisata sehingga dapat ditemukan nilai daya dukung dan analisisnya.
Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Manggarai Barat sebagai unit analisis penelitian dimana salah satu kawasan dijadikan sebagai destinasi super prioritas yang berpotensi memberikan tekanan kepada wilayah Kabupaten Manggarai Barat. Untuk memberikan landasan yang kuat dalam pengambilan keputusan dan pembuatan rekomendasi, penelitian ini menggunakan metode analisis desktriptif kuantitatif yang diukur secara numerik menggunakan model Tourism Carrying Capacity Index (TCCI) dalam menemukan nilai daya dukung amenitas pariwista.
Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa melalui variabel-variabel pembangun dalam K2 (Fasilitas Pariwisata): V6 (Ketersediaan), V7 (Kondisi) dan V8 (Tingkat Penggunaan) serta variabel pembangun K1 (Dinamika Pariwisata): V1 (Operasional Pariwisata), V2 (Kepadatan Pariwisata), V3 dan V4 (Intensitas Pariwisata Berbinang & Non Bintang), V5 (Konsentrasi Pariwisata), didapatkan TCCIanalisis memiliki nilai sebesar 0,767 yang dikategorikan ke dalam kondisi high (best performance). Dengan hasil perhitungan TCCI ditentukan berdasarkan hasil skenario bahwa selama periode 2021-2026, jumlah ketersediaan maksimum tempat tidur adalah sebesar 19.042 unit agar berada pada kondisi high (best performance). Namun apabila dilihat dari kondisi kapasitas penyediaan prasarana dasar amenitas, daya dukung Kabupaten Manggarai Barat hanya dapat menampung maksimal sebanyak 2.933 wisatawan/hari.
Tourism carrying capacity is no longer solely about restricting the number of tourists but rather a dynamic management tool that can be used to increase tourist visits responsibly. This research adopts a perspective focusing on tourism amenities, starting with identifying the availability of tourism amenity elements and then calculating the value of tourism amenity carrying capacity to obtain its analysis.
This study was conducted in the West Manggarai Regency as the unit of analysis, where one of the areas was designated as a super-priority destination, potentially exerting pressure on the West Manggarai Regency. This research employed a quantitative descriptive analysis method, measured numerically using the Tourism Carrying Capacity Index (TCCI) model to determine the value of tourism amenities carrying capacity.
The results of this study indicate that through the constructing variables in K2 (Tourism Facilities): V6 (Availability), V7 (Condition), and V8 (Utilization Rate), as well as the constructing variable K1 (Tourism Dynamics): V1 (Tourism Operation), V2 (Tourism Density), V3 and V4 (Tourism Intensity of Star and Non-Star), and V5 (Tourism Concentration), the TCCI analysis yielded a value of 0.767, categorized as "high" (best performance). Based on the TCCI calculation scenario for 2021-2026, the maximum availability of beds is determined to be 19,042 units to maintain the "high" condition (best performance). However, considering the capacity to provide basic amenity infrastructure, the carrying capacity of the West Manggarai Regency can only accommodate a maximum of 2,933 tourists per day.
Kata Kunci : amenitas pariwisata, daya dukung pariwisata, Tourism Carrying Capacity Index