Laporkan Masalah

Analisis Faktor-Faktor Kesiapsiagaan Perawat Pada Fase Respon Bencana Akibat Kejadian Alam di Kabupaten Bantul Yogyakarta

Efi Fibriyanti, Syahirul Alim, S.Kp., M.Sc., ph.D;Ema Madyaningrum, S.Kep., M.Kes., ph.D

2023 | Tesis | S2 Magister Keperawatan

INTISARI

Latar Belakang: Fenomena krisis akibat bencana di Indonesia terus meningkat. Berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia kabupaten Bantul merupakan wilayah dengan ancaman bencana tinggi. Risiko krisis kesehatan disuatu wilayah berbanding lurus dengan tingkat bahaya dan kerentanan. Risiko krisis kesehatan dapat dikendalikan dengan peningkatan kapasitas didalam suatu wilayah. Perawat puskesmas sebagi tenaga kesehatan paling banyak dan dekat dengan masyarakat diharapkan memiliki kesiapsiagaan pada fase respon yang baik. Kesiapsiagaan yang memadai dapat meminimalkan dampak buruk akibat bencana. 


Tujuan: Menganalisis faktor-faktor kesiapsiagaan perawat pada fase respon bencana akibat kejadian alam di Kabupaten Bantul DIY


Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada 11 maret sampai dengan 5 April 2023. Sampel daam penelitian ini sebanyak 222 perawat yang bekerja di 27 puskesmas wilayah Kabupaten Bantul yang ditentukan dengan convenience sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner demografi dan kuesioner EPIQ (Emergency Preparadness information Questionare).


Hasil: Analisis bivariat menggunakan uji chi-square faktor yang berhubungan dengan kesiapsiagaan perawat pada fase respon bencana yaitu faktor tingkat pendidikan dengan (p= 0.001). Faktor masa kerja (p= 0.002). Faktor pelatihan (p = 0.001) dan faktor pengalaman bertugas dalam bencana pelatihan (P= 0.001). Analisis multivariat dengan regresi logistik menunjukkan faktor yang signifikan berpengaruh terhadap kesiapsiagaan fase respon yaitu pelatihan kebencanaan dengan besar pengaruh (22,4%), faktor Masa kerja 11-15 tahun (9.9%), tingkat pendidikan profesi (4.7%), pengalaman bertugas dalam bencana (5.2%) dan yang terahir adalah jenis kelamin laki-laki (0.34%)


Kesimpulan : Faktor tingkat pendidikan, masa kerja, pelatihan dan pengalaman bertugas dalam bencana berpengaruh terhadap kesiapsiagaan fase respon. Faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap kesiapsiagaan perawat pada fase respon bencana akibat kejadian alam adalah pelatihan kebencanaan. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan Dinas Kesehatan untuk memberikan pelatihan mengenai kebencanaan serta menjadikan pertimbangan Puskesmas untuk memilih perawat yang akan ditugaskan apabila terjadi bencana. 



ABSTRACK


Background: The phenomenon of crisis due to disasters in Indonesia continues to increase. Based on the Indonesian Disaster Risk Index, Bantul district in this area area with a high disaster threat. The risk of a health crisis in this area is directly proportional to the level of hazard and vulnerability. The risk of a health crisis can be controlled by increasing capacity within an area. Health center nurses as the most numerous health workers and close to the community are expected to have good preparedness in the response phase. Adequate preparedness can minimize the negative impact of a disaster. 


Purpose : Analyze the factors of nurse preparedness in the respone phase of disaster to natural events in Bantul Regency, DIY 


Method : Study design was a quantitative analytic study with a cross sectional design. The research was conducted from March 11 to April 5 2023. The samples in this study were 222 nurses working in 27 puskesmas in Bantul Regency area which were determined by convenience sampling. The measuring tools used in this study were the demographic questionnaire and the EPIQ (Emergency Preparatory Information Questionnaire) questionnaire. 


Result : The result of the bivariate analysis using the chi-square test for factors related to nurse preparedness in the disaster response phase, namely the factor of education level (p = 0.001). Long working factor (p= 0.002). Training factor (P = 0.001) and training disaster experience factor (P = 0.001). Multivariate analysis with logistic regression shows that factors that significantly influence the preparedness of the response phase are disaster training with a large influence (22.4%), followed by factors of 11-15 years of service (9.9%), level of professional education (4.7%), work experience in a disaster (5.2%) and the last one is male (0.34%) 


Conclusion : The factors of education level, years of service, training and experience of serving in disasters affect the preparedness of the response phase. The most dominant factor influencing nurse preparedness in the disaster response phase due to natural events is disaster training. The results of this study can be used as material for consideration by the Health Office in providing training on disasters and as a consideration for the Puskesmas in selecting nurses to be assigned in the event of a disaster. 



Kata Kunci : Emergency Preparedness;preparedness factors;Nurses ;Public Health Center; Natural disasters

  1. S2-2023-477930-abstract.pdf  
  2. S2-2023-477930-bibliography.pdf  
  3. S2-2023-477930-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2023-477930-title.pdf