PENAKSIRAN POTENSI KAYU DARI HUTAN RAKYAT (Studi Kasus di Dusun Singlar, Glagaharjo, Kec. Cangkringan, Kah. Sleman)
Laode Agussalim Mando, Dr. Ir. Ronggo Sadono
2006 | Skripsi | S1 KEHUTANANPengusahaan hutan rakyat merupakan suah1 upaya yang dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan sistem manajemen kehutanan di Indonesia. Masyarakat Dusun Singlar, Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan sudah lama mengembangkan pengelolaan tersebut sesuai dengao kearifan lok.al. Berdasarkan inisiatif pengelolaan hutan yang dilakukan masyarak:at, maka perlu diketahui potensi se1ia evaluasi teknik pengukuran diameternya. Metode dasar penelitian ini adalah survei yang bersifat deskriptif analitis. Pengambilan sampel dilakukan secara sengaja (purposive sampling) pada lahan yang luasnya 45 ha dengan membuat tiga plot yang masing-masing luasnya sahl hek:tar. Plot I terletak pada lahan dengan luas 10 ha. Plot IJ dan Ill di lahan yang luasnya 35 ha. Evaluasi teknik pengukuran diameter meliputi dua kegiatan yairu pertama, penentuan pengukuran diameter setinggi dada (du) dengan mencari korelasinya terhadap diameter pada ketinggian 2 meter ( d20) dan l meter ( d 1,o) serta pendekatannya melalui persamaan regresi. Kedua, menganalisis penggunaan rumus bak:u dengan rumus lokal diameter melalui uji perbandingan sampel berpasangan (paired t-lest sample). Adapun potensi hutan rak:yat dengan pola yang berbeda ditentukan berdasarkan jumlah pohon_ luas bidang dasar, dan volume kayu batang yang terlebih duJu pohon-pohon tersebut diklasifikasikan berdasarkan kelas manfaat dan :tingkat pertumbuhan pohon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, korelasi diameter setinggi dada dengan setinggi 2 meter (d2,o) clan I meter (d1.o) mempunyai hubungan yang erat, keduanya dapat didekati dengan persamaan regresi d2.o = -3,857E-02 + 0,955 du, r2 = 0,981 dan d1.o = 1,011 + 0,390 du, r2 = 0.996. Analisis perbandingan rumus balm dan lokal diameter ditemukan perbedaan dalam penggunaannya, karena nilai diameter rumus lokal secara sistematis lebih rendah daripada rumus bak:u_ Adapun potensi hutan rakyat pada Plot I, memiliki jumlah pohon 388 batang, lbds l 1,027 Pengusahaan hutan rakyat merupakan suah1 upaya yang dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan sistem manajemen kehutanan di Indonesia. Masyarakat Dusun Singlar, Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan sudah lama mengembangkan pengelolaan tersebut sesuai dengao kearifan lok.al. Berdasarkan inisiatif pengelolaan hutan yang dilakukan masyarak:at, maka perlu diketahui potensi se1ia evaluasi teknik pengukuran diameternya. Metode dasar penelitian ini adalah survei yang bersifat deskriptif analitis. Pengambilan sampel dilakukan secara sengaja (purposive sampling) pada lahan yang luasnya 45 ha dengan membuat tiga plot yang masing-masing luasnya sahl hek:tar. Plot I terletak pada lahan dengan luas 10 ha. Plot IJ dan Ill di lahan yang luasnya 35 ha. Evaluasi teknik pengukuran diameter meliputi dua kegiatan yairu pertama, penentuan pengukuran diameter setinggi dada (du) dengan mencari korelasinya terhadap diameter pada ketinggian 2 meter ( d20) dan l meter (d 1,o) serta pendekatannya melalui persamaan regresi. Kedua, menganalisis penggunaan rumus bak:u dengan rumus lokal diameter melalui uji perbandingan sampel berpasangan (paired t-lest sample). Adapun potensi hutan rak:yat dengan pola yang berbeda ditentukan berdasarkan jumlah pohon_ luas bidang dasar, dan volume kayu batang yang terlebih duJu pohon-pohon tersebut diklasifikasikan berdasarkan kelas manfaat dan :tingkat pertumbuhan pohon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, korelasi diameter setinggi dada dengan setinggi 2 meter (d2,o) clan I meter (d1.o) mempunyai hubungan yang erat, keduanya dapat didekati dengan persamaan regresi d2.o = -3,857E-02 + 0,955 du, r2 = 0,981 dan d1.o = 1,011 + 0,390 du, r2 = 0.996. Analisis perbandingan rumus balm dan lokal diameter ditemukan perbedaan dalam penggunaannya, karena nilai diameter rumus lokal secara sistematis lebih rendah daripada rumus bak:u_ Adapun potensi hutan rakyat pada Plot I, memiliki jumlah pohon 388 batang, lbds l 1,027
Kata Kunci : Hutan rakyat. kearifan lokal, potensi, evaluasi