Laporkan Masalah

PENGARUH JUMLAH PEREKAT UREA FORMAL DEHIDE DAN LUASAN PERMUKAAN PARTIKEL TERHADAP SIFAT PAPAN PARTIKEL KAYU AKASIA (Acacia auriculiformis)

MASRURA, Prof. Dr. Ir. T. A . Prayitno, M. For.

2006 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Pemanfaatan limbab akasia yang belUlll optimal dari industri penggergajian dan potensinya sebesar 63,16 % dari jumlah bahan baku yang digunakan, melatarbelakangi penggunaan limbah tersebut sebagai bahan baku pembuatan papan partikel. Jumlah perekat dan luasan permukaan partikel yang digunakan akan mempengaruhi sifat papan partikel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengamh jumlah perekat urea formaldehide dan luasan permukaan partike1 terhadap sifat papan partikel. Bahan penelitian berupa pasahan kayu akasia yang diperoleh dari sisa Hibah Penelitian SP4 2004 jurusan THH UGM, perekat urea formaldehide tipe UA- 140 dan hardener NI-LiCl dari PT PAI Probolinggo. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang disusun secara faktoria1 dengan 2 faktor yaitu jumlah perekat (5%, 10% dan 15%) dan luasan pennukaan partikel (partikel kasar dan partikel halus ). Parameter yang diuji adalah kerapatan, kadar air, penyerapan air, pengembangan tebal, MOR, MOE dan keteguhan internal bonding. Hasil penelitian menunjukkan bal1wa interaksi antara jumlah perekat dan luasan permukaan partikel berpengaruh sangat nyata terhadap internal bonding dan berpengaruh nyata terhadap kerapatan dan penyerapan air papan partikel kayu akasia. Nilai internal bonding dan kerapatan tertinggi serta penyerapan air papan partikel terendah terjadi pada perlakuan jmnlah perekat 15 % dengan luasan pennukaan partikel kasar yaitu masing-masing sebesar 2,990 kg/cm2; 0,659 g/cm3 dan 45,838 %. Faktor jumlah perekat berpengaruh sangat nyata terhadap kerapatan, penyerapan air, pengembangan tebal, MOR, MOE, internal bonding dan berpengaruh nyata terhadap kadar air papan partikel kayu, akasia . Makin tinggi jumlah perekat maka kerapatan meningkat dari 0,565 g!cm-' ke 0,648 g/cm3 ; penyerapan air menurun dari 85,716 % ke 52,231 %; pengembangan tebal menurun dari 26,221 % ke 10,107 %; MOR meningkat dari 32,376 kg/cm2 ke 99,948 kg/cm2; MOE meningkat dari 7098,602 kg/cm2 ke 15960 kg/cm2; internal bonding meningkat dari 0,246 kg/cm2 ke 1,854 kg/cm2 serta kadar air menurun dari 10,570 % ke 9,494 %.

Kata Kunci : Limbah akasia, jumlah perekat, luasan permukaan partikel

  1. Abstract.pdf  
  2. Bibliografi.pdf  
  3. Table_of_Content.pdf  
  4. Title.pdf