Laporkan Masalah

HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI DENGAN KEJADIAN KEMATIAN PERINATAL DI INDONESIA BERDASARKAN DATA INDONESIA FAMILY LIFE SURVEY GELOMBANG KELIMA, TAHUN 2009-2015

Giovano Steven Irawan, dr. Beta Ahlam Gizela, DFM., Sp.FM, Subsp. FK(K); dr. Rosalia Kurniawati Harisaputra, M.P.H; Bayu Satria Wiratama, M.P.H., Ph.D

2023 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Tingkat kematian perinatal di Indonesia masih relatif tinggi di angka 21 per 1.000 kelahiran. Untuk menuntaskan persoalan ini, dibutuhkan data tentang faktor-faktor yang berhubungan, termasuk penggunaan kontrasepsi. Kendati demikian, belum ada studi di Indonesia yang mengeksplorasi masalah ini.

Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah menyelidiki hubungan penggunaan kontrasepsi dengan kematian perinatal pada wanita usia subur (15-49 tahun) yang telah menikah di Indonesia pada rentang tahun 2009-2015.

Metode: Penelitian ini merupakan studi potong lintang yang dilakukan dengan menggunakan data Indonesia Family Life Survey Gelombang 5. Analisis statistik berupa regresi logistik sederhana dan multivariabel dilakukan untuk menginvestigasi hubungan antara penggunaan kontrasepsi dan kematian perinatal.

Hasil: Tingkat kematian perinatal dalam periode studi adalah 21 per 1.000 kelahiran. Tingkat prevalensi penggunaan kontrasepsi pada populasi studi adalah 70,9%, sedangkan tingkat prevalensi penggunaan kontrasepsi modern adalah 69,8%. Dibanding menggunakan kontrasepsi modern, tidak menggunakan kontrasepsi berhubungan dengan peningkatan risiko kematian perinatal (aOR= 2,71; 95% CI= 1,87-3,92). Sama halnya, menggunakan kontrasepsi tradisional juga berhubungan dengan peningkatan risiko kematian perinatal (aOR= 4,62; 95% CI= 1,59-13,48).

Kesimpulan: Tidak menggunakan kontrasepsi modern berhubungan dengan peningkatan risiko kematian perinatal.

Background: The perinatal mortality rate in Indonesia has remained relatively high at 21 per 1,000 births. To tackle this issue, data on related factors, including contraceptive use, are required. However, no studies in Indonesia have addressed this problem.

Objectives: We aimed to investigate the relationship between contraceptive use and perinatal mortality among married women of reproductive age (15-49 years) in Indonesia between 2009 and 2015.

Method: This was a cross-sectional study using data from the Fifth Wave of the Indonesia Family Life Survey. Statistical analyses in the forms of simple and multiple logistic regression were performed to examine the relationship between contraceptive use and perinatal death.

Results: The perinatal mortality rate during the study period was found to be 21 per 1,000 births. The contraceptive prevalence rate among the study population was 70.9%, whereas the modern contraceptive prevalence rate was 69.8%. Compared to use of modern contraceptives, we found that non-use of contraceptives was positively correlated with perinatal death risk (aOR= 2.71; 95% CI= 1.87-3.92). Similarly, use of traditional contraceptives was also found to be associated with increased risk of perinatal mortality (aOR= 4.62; 95% CI= 1.59-13.48).

Conclusion: Non-use of modern contraceptives is associated with higher risk of perinatal death.

Kata Kunci : epidemiologi, kontrasepsi, kematian perinatal, bayi lahir mati, kematian neonatal dini

  1. S1-2023-442032-abstract.pdf  
  2. S1-2023-442032-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-442032-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-442032-title.pdf