Permukiman spontan di sekitar pertambangan intan di Kecamatan Cempaka ota Banjarbaru
SETYAWATI, Renyta, Ir. Sudaryono, M.Eng.,PhD
2004 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan DaerahKecamatan Cempaka merupakan salah satu dari tiga kecamatan yang ada di Kota Banjarbaru, dimana kegiatan penambangan intan merupakan salah satu aktivitas yang dilakukan oleh masyarakatnya. Kegiatan ini merupakan usaha turun temurun masyarakat setempat dalam memperoleh pendapatan dan penghidupan yang layak, dimana akhirnya di sekitar pertambangan intan tumbuh permukiman. Permukiman yang ada di sekitar pertambangan intan tumbuh secara alami tanpa adanya campur tangan dari pemerintah, perencana kota maupun pihak swasta (pengembang perumahan). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan merumuskan konsepkonsep temuan dari pola keruangan permukiman spontan yang muncul di sekitar pertambangan intan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pendekatan fenomenologis yang dipergunakan dalam penelitian ini ditujukan agar kenyataan-kenyataan ganda yang terdapat dalam objek penelitian dapat dipahami secara penuh dan hubungan-hubungan yang terjadi dalam penelitian dapat dianalisis dengan sistematis, akurat dan tajam. Berdasarkan penelitian mengenai permukiman spontan di sekitar pertambangan dapat diketahui bahwa : (1) tata letak rumah yang kurang teratur merupakan hasil abstraksi dari konsep-konsep rendahnya kesadaran, kesulitan mendisiplinkan penduduk dan kebiasaan, (2) keadaan permukiman merupakan hasil abstraksi dari konsep-konsep kondisi rumah, masalah lingkungan dan posisi rumah, (3) kenyamanan lingkungan hasil dari abstraksi konsep-konsep kebiasaan dan kemudahan aksesibilitas, (4) wadah bertemunya penjual dan pembeli dihasilkan dari abstraksi konsep-konsep keuntungan ekonomi, suasana kerja dan kemudahan aksesibilitas, (5) keuntungan dari pertambangan merupakan rangkaian dari abstraksi konsep-konsep keuntungan ekonomi, kecukupan penghasilan dan rasa kekeluargaan, (6) kerugian dari pertambangan merupakan hasil abstraksi dari konsep-konsep ketidakcukupan penghasilan dan masalah lingkungan, dan (7) bekerja di pertambangan merupakan diperoleh dari abstraksi konsep-konsep mekanisme kerja, efektif dan efisien, kelompok penambang dan pembagian hasil. Permukiman spontan di sekitar pertambangan intan memiliki letak rumah yang kurang teratur, permukiman dekat dengan tempat kerja dengan pola linier dan arah perkembangan kuat di sekitar pertambangan, sedangkan komponenkomponen pembentuk pola keruangan di sekitar pertambangan intan dikelompokkan menjadi permukiman, fasilitas yang berhubungan langsung dan tidak berhubungan langsung dengan pertambangan intan.
Cempaka sub-district is one of the three sub-districts in Banjarbaru city, where diamond-mining activities are performed by the local society. These activities are passed down from generation to generation, as a means to get sufficient income and life sustenance. As the result, settlements are established around the mining field. The settlements grow naturally without any intervention from the government, city planner, or private sector (housing developers). The objective of this research is to describe and formulate the concepts identified from the spatial pattern of spontaneous settlement growing around the diamond-mining field. The research used a qualitative method by applying a phenomenological approach. This approach was intended to help to understand comprehensively the multiple facts existing in the research object and to enable a systematic, an accurate, and a critical analysis of the relations established in the research. The research obtains the following results: 1) the disorderliness of the houses’ lay out is an abstraction of the concepts of low awareness, difficulty to make people disciplined, and habit. 2) The settlement condition is an abstraction of the concepts of house condition, environmental problem, and house position. 3) Environmental comfort is an abstraction of the concepts of habit and ease of accessibility. 4) The location to accommodate the meeting between buyers and sellers is an abstraction of the concepts of the advantages of economy, working atmosphere, and easy access. 5) The advantage from mining is a series of abstraction from the concept of economic advantages, income adequacy, and feeling of family bond. 6) The disadvantage from mining is an abstraction of the concepts of income inadequacy, and environmental problem. And (7) working in mining field is an abstraction of the concepts of working mechanism, effectiveness and efficiency, mining group and income division. The location of spontaneous settlement are spread disorderly around the mining field, approaching the working places in a linear pattern, and the direction of development tend to be around the mining field, while the components comprising the spatial pattern around it can be classified into settlement and facilities which are directly or indirectly related to the diamond mining field.
Kata Kunci : Permukiman Spontan, Pertambangan Intan, spontaneous settlement, spatial pattern.