Laporkan Masalah

PERAN KETAATAN BERAGAMA TERHADAP KEPUASAN HIDUP PADA DEWASA AWAL (STUDI IFLS-5)

Devita Pressa Annafi, Lu’luatul Chizanah, S.Psi., M.A.

2023 | Skripsi | PSIKOLOGI

Kepuasan hidup merupakan hal yang penting bagi setiap orang, terutama bagi mereka yang sedang berada di masa dewasa awal. Pada masa dewasa awal, seseorang diharapkan dapat melakukan penyesuaian diri terhadap berbagai pola kehidupan, peran, dan harapan sosial baru yang terjadi pada kehidupan mereka. Ketaatan beragama termasuk bagian dari religiusitas yang terletak pada dimensi praktik agama. Telah banyak penelitian terkait yang membahas hubungan kepuasan hidup dengan berbagai dimensi religiusitas, namun banyak dari penelitian tersebut menggunakan partisipan yang non sampel dan/atau irisan populasi yang tidak representatif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara ketaatan beragama dengan kepuasan hidup pada dewasa awal dengan menganalisis data partisipan sebanyak 17.569 orang yang berusia 18-40 tahun (mengacu pada teori Elizabeth B. Hurlock). Data penelitian bersumber dari data sekunder cross-sectional studi Indonesian Family Life Survey (IFLS-5) yang merupakan survei nasional. Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara ketaatan beragama dengan kepuasan hidup dengan kontribusi sebesar 2 %. Hasil akhir menunjukkan bahwa ketaatan beragama memiliki peran dalam pemenuhan kepuasan hidup pada dewasa awal dalam menjalani berbagai tugas perkembangan yang dihadapinya.


?


Life satisfaction is important for everyone, especially for those who are in their early adulthood. In early adulthood, a person is expected to be able to make adjustments to various new patterns of life, roles, and social expectations that occur in their lives. Religious obedience is part of religiosity which lies in the dimension of religious practice. There have been many related studies discussing the relationship between life satisfaction and various dimensions of religiosity, but many of these studies used non-sample participants and/or population slices that were not representative. This study aims to examine the relationship between religious obedience and life satisfaction in early adulthood by analyzing participant data from 17,569 people aged 18-40 years (referring to Elizabeth B. Hurlock's theory). The research data comes from cross-sectional secondary data from the study of the Indonesian Family Life Survey (IFLS-5), which is a national survey. The results of simple linear regression analysis show that there is a relationship between religious obedience and life satisfaction with a contribution of 2%. The final results show that religious obedience has a role in fulfilling life satisfaction in early adulthood in carrying out the various developmental tasks it faces.


Kata Kunci : Ketaatan Beragama, IFLS-5, Kepuasan Hidup, Dewasa Awal

  1. S1-2023-395566-abstract.pdf  
  2. S1-2023-395566-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-395566-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-395566-title.pdf