Persepsi Stakeholder terhadap rencana strategis Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2001-2005
ISMAIL, Dr. Yeremias T. Keban, MURP
2004 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan DaerahPersepsi stakeholder terhadap proses penyusunan rencana strategis merupakan tanggapan stakeholder mengenai keterwakilan, bentuk keterlibatan, tahapan yang diikuti, faktor kendala selama proses penyusunan dan dukungan terhadap pelaksanaan rencana strategis tersebut. Penelitian ini penting mengingat kompleksitas stakeholder membawa kepentingan masing-masing untuk efektivitas pembangunan daerah. Oleh karena itu, dipandang perlu untuk meneliti persepsi tersebut dengan tujuan: (1) mendeskripsikan tahapan penyusunan Rencana Strategis Kabupaten OKU 2001-2005 dan keterlibatan stakeholder; (2) mendeskripsikan persepsi stakeholder terhadap proses penyusunan Rencana Strategis Kabupaten OKU 2001-2005; (3) Mendeskripsikan proses pembentukan persepsi stakeholder dan faktor-faktor yang mempengaruhinya (4) memetakan keterlibatan stakeholder dalam proses penyusunan tersebut. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Provinsi Sumatera Selatan. Metode penelitian yang digunakan metode survey dengan model kajian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner kombinasi terbuka-tertutup dan pedoman wawancara. Metode sampel yang digunakan adalah Purposive sampling. Teknik analisa statistik deskriptif yang digunakan adalah statistik deskriptif perhitungan persentase dengan penyajian data dalam bentuk tabel dan diagram lingkaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penyusunan Rencana Strategis Kabupaten OKU 2001-2005 stakeholder eksekutif dan Legislatif berperan pada setiap tahapan, sementara stakeholder informal berperan hanya pada tahap penyusunan rencana strategis instansi dan pengesahan Rencana Strategis Kabupaten OKU 2001-2005. Terhadap proses penyusunan rencana strategis tersebut, stakeholder informal menyatakan persepsi negatif terhadap keterwakilan seluruh kepentingan, bentuk keterlibatan, tahapan yang diikuti. Namun mendukung pelaksanaannya. Peranan tersebut dapat dipetakan sebagai stakeholder yang terlibat pada setiap tahapan dan stakeholder yang terlibat pada tahap tertentu. Selanjutnya alasan dukungan terbagi atas faktor perwakilan, hak dan kepentingan serta tugas dan tanggung jawab. Persepsi negatif terhadap proses penyusunan ini terbentuk karena stimulus pengetahuan dan pengalaman terbatasnya tahapan dan alokasi waktu sebagai faktor kendala selama proses penyusunan, faktor afeksi arogansi sebagian stakeholder formal sebagai penyebab hambatan partisipasi stakeholder informal selama kegiatan penyusunan berlangsung. Dan faktor pengaruh lingkungan kesalahan komunikasi dalam sosialisasi, overlapping antar instansi Rekomendasi permasalahan tersebut adalah, ke depan dalam penyusunan rencana strategis, maka pemerintah perlu (1) menyusun rencana strategis berdasarkan tuntutan masyarakat lokal; (2) penegasan stakeholder yang perlu dan harus dilibatkan karena hubungannya dengan permasalahan dan potensi pembangunan daerah; (3) menanamkan stimulus penerimaan stakeholder formal untuk bersama stakeholder informal dalam merencanakan pembangunan daerah.
Available in Fulltext
Kata Kunci : Perencanaan Strategis, Pemda TkII, Persepsi Stakeholder, participation, strategic planning, perception