Pengaruh faktor lokasi terhadap perkembangan industri batik pada kawasan Masaran dan Plupuh Kabupaten Sragen
ISNAENI, Dasih Rusgi Nur, Ir. Kawik Sugiana, M.Eng.,PhD
2004 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan DaerahLokasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan industri. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh faktor lokasi terhadap perkembangan industri batik pada kawasan industri batik Masaran dan Plupuh Kabupaten Sragen, Jawa Tengah berdasarkan aspek jumlah unit usaha, jumlah produksi serta penyerapan tenaga kerja. Penelitian dilakukan secara deduktif yang dilandasi oleh teori geografi dan ekonomi. Data digali dari 62 industri serta 80 pengrajin batik pada Kawasan Masaran dan Plupuh. Analisa data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan uji korelasi dan regresi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Kawasan Masaran yang lebih dekat secara geografi ke Kota Sragen serta kedekatan kultural dengan Solo sebagai pusat sejarah mempengaruhi perkembangan industri melalui perhatian pemerintah yang lebih besar terhadap perkembangan industri pada kawasan ini. Terlebih lagi, tata letak industri yang berada pada satu area pemukiman yang saling berdekatan merupakan peluang yang lebih baik bagi pengadaan input produksi dan kemudahan berbagai informasi produksi dan pemasaran. Kesuburan lahan dan kondisi pertanian yang lebih baik di Masaran juga merupakan faktor yang menentukan kemampuan industri untuk bertahan. Plupuh, yang lebih terisolasi dari Kota Sragen, memiliki dukungan transportasi dan komunikasi yang terbatas terhadap produksi dan pemasaran. Pola pemukiman yang menyebar dan saling berjauhan serta aksesibilitas yang lebih mudah ke Solo mempengaruhi semakin rendahnya kemampuan untuk mengembangkan industri. Pengalaman usaha yang lebih lama pada kelompok industri Masaran berimplikasi kuat dalam perkembangan jaringan usaha, sehingga pada saat ini tercapai akumulasi modal yang lebih besar serta industri yang lebih berkembang secara ekonomi. Keberadaan kawasan industri yang lain di sekitar kawasan industri batik pada kedua kawasan tidak mempengaruhi perkembangan ketersediaan tenaga kerja secara signifikan.
Location is among factors influencing the development of processing industries. This research is aimed at understanding the influence of location to the development of batik processing in the areas of Masaran and Plupuh in Sragen District, Central Java, mainly in terms of the number of establishments, production value and labor absorption. The research is deductive in nature and mainly based on the geography and economic theories. Data were gathered from 62 processing establishments and 80 laborers from the two industrial clusters. Data were analyzed using both qualitative and quantitative techniques. Among quantitative method used were correlation and regression analysis. The research revealed that Masaran that closer proximity to Sragen City and the cultural center of Solo has influenced development of the processing industries through greater attention of the government. Moreover, spatial setting of the industries in Masaran which are clustered in a settlement area gives an ample opportunity for input procurements and access to various information related to production and marketing. More fertile soil and better agricultural conditions in Masaran is also an important factor determining the ability of batik industries to survive. Plupuh, which is more isolated from Sragen City, has a limited supports of transportation and communications for production and marketing. The dispersed settlement patterns and relatively easy access for employment in Solo lead to the less favored development of batik industries in the cluster. The longer experiences in batik processing in Masaran has a strong implication on the networks that they have developed and thus greater capital accumulation and more progressive industrial economy. The presence of industrial regions surrounding the batik clusters do not hamper the availability of batik labor.
Kata Kunci : Industri Batik, Perkembangan, Lokasi, Location, batik, processing industries