Analisis Hambatan Yang Menyebabkan Rendahnya Realisasi Anggaran Pemerintah Aceh Tahun 2021
Ifanadya Putri, Dr. Ratminto, M.Pol.Admin
2023 | Tesis | S2 Administrasi Publik
Rendahnya realisasi anggaran pemerintah Aceh pada tahun 2021 dilihat dari Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) sebesar Rp.16.482.338.309.498 namun Realisasinya hanya Rp.13.683.582.127.431 dan menimbulkan Sisa Lebih Anggaran (Silpa) Rp.2.617.359.855.556 sehingga mengakibatkan belum optimal peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja hambatan-hambatan yang menyebabkan rendahnya realisasi anggaran Pemerintah Aceh tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif. Sumber data yang digunakan ialah data primer yang diperoleh melalui wawancara serta data sekunder diperoleh melalui dokumen-dokumen Pemerintah Aceh yang berhubungan dengan realisasi anggaran. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa hambatan-hambatan yang menyebabkan realisasi anggaran yang rendah yaitu disebabkan oleh pertama perencanaan yang dilihat dari faktor perencanaan anggaran yang tidak matang sehingga menyebabkan terganggunya anggaran pada tahap pelaksanaan, tidak adanya APBA perubahan sehingga perencanaan tidak dapat diubah dan faktor penyusunan pagu anggaran dikarenakan penyusunan pagu anggaran yang tidak sesuai harga pasar. Kedua faktor administrasi yaitu kurangnya administrasi sehingga menyebabkan pencairan dana menjadi tertunda. Ketiga faktor waktu yaitu pengadaan program di akhir tahun sehingga tidak mencukupi lagi waktu. Keempat faktor tender pada pengadaan barang dan jasa yaitu gagal tender pada barang dan jasa dikarenakan adanya dana apendik dan waktu yang tidak mencukupi dalam pelaksanaan program dan kelima faktor keterampilan dalam pembuatan pelaporan yaitu masih kurangnya keterampilan yang dimiliki oleh para birokrat untuk membuat pelaporan hal tersebut disebabkan oleh rendahnya sosialisasi atau pelatihan yang dilakukan terkait pembuatan pelaporan.
The inadequacy in the realization of the Aceh government's budget during the year 2021 becomes evident when considering the magnitude of the Aceh Regional Budget (APBA), which amounted to IDR. 16,482,338,309,498 but the actual realization amounted to only IDR.13,683,582,127,431, leaving a Budget Surplus (Silpa) of IDR. 2,617,359,855,556. As a consequence, the anticipated enhancement in economic growth and the overall welfare of the society has not been fully achieved. Hence, the primary objective of this research is to ascertain the various impediments responsible for the suboptimal budget implementation by the Government of Aceh in the year 2021. To achieve this, a qualitative research approach has been employed. The data source utilized in this research comprises primary data obtained through interviews, as well as secondary data acquired from relevant government documents of Aceh about on to budget realization. This research has concluded that the factors contributing to a low budget realization are primarily attributed to deficiencies in budget planning. Specifically, it is observed that the inadequacy arises from immature budget planning practices, resulting in disturbances to the budget during the implementation phase, the absence of changes in the APBA leads to inflexibility in planning, as the budget planning cannot be adjusted accordingly. Another factor is the preparation of the budget ceiling, which is influenced by inappropriate market prices, resulting in discrepancies between the allocated budget and actual market prices. The second factor, administration, involves a lack of proper administrative procedures, resulting in delayed fund disbursement. The third factor, timing, relates to the procurement of programs at the end of the year, leading to insufficient time for implementation. The procurement of goods and services is influenced by four factors, namely failed to tendering due to inadequate budget allocation and insufficient time for program implementation. Additionally, the skill in report-making is impeded by the lack of proficiency among bureaucrats, which can be attributed to insufficient socialization or training programs related to report-making. These challenges have implications for the efficiency and effectiveness of government expenditure in Aceh.
Kata Kunci : Realisasi Anggaran, Anggaran Belanja Pemerintah Aceh, Aceh