Efektivitas pelaksanaan program pemberdayaan daerah dalam mengatasi dampak krisis ekonomi (PDM-DKE) tahun 1998-1999 di Kabupaten Sleman
WORIA, Sonny Arnold, Ir. Gunung Radjiman, MSc
2004 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan DaerahKrisis ekonomi yang melanda bangsa Indonesia pada pertengan tahun 1997 telah menimbulkan berbagai masalah sosial - ekonomi seperti meningkatnya jumlah pengangguran dan meningkatnya jumlah penduduk miskin. Hal tersebut disebabkan karena banyak tenaga kerja pada berbagai sektor mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dan karena tingkat pendapatan masyarakat yang menurun. Kondisi itu dapat ditemui baik di daerah perkotaan maupun daerah perdesaan yang pada gilirannya telah mengakibatkan terjadinya masalah sosial lainnya seperti kriminalitas meningkat, ksesehatan menurun, pendidikan terhambat yang kesemuanya itu dapat menghambat lajunya pembangunan desa dan kota. Untuk mengatasi hal-hal tersebut diatas, maka pada tahun 1998/1999 Pemerintah Indonesia mengambil kebijaksanaan dan langkah-langkah dalam bentuk Program Jaringan Pengaman Sosial (PJPS) melalui program Pemberdayaan Daerah dalam Mengatasi Dampak Krisis Ekonomi (PDM-DKE). Program ini merupakan salah satu bantuan langsung kepada masyarakat miskin dan yang jatuh miskin akibat krisis ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sampai sejauhmana dampak (manfaat) yang diperoleh masyarakat desa (penduduk miskin) dan kemajuan desa setelah mendapat program PDM-DKE Selain, itu, penelitian ini juga untuk mengetahui bagaimana proses perencanaan dan pelaksanaan program, sosialisasi, keterlibatan masyarakat. Untuk itu, maka metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perencanaan dan pelaksanaan program telah berjalan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Namum demikian, sistem perencanaan masih cenderung menggunakan sistem top down planning yaitu sistem perencanaan yang di tetapkan dari atas dimana pemerintah telah menentukan aturan-aturan dan jenis-jenis kegiatan yang ditetapkan dalam Buku Pedoman Umum PDM-DKE. Dalam saat yang sama telah dicoba juga sistem bottom up planning yaitu sistem perencanaan yang di proses dari bawah dimana masyarakat diberi kesempatan untuk mengambil peran. Kegiatan simpan pinjang yang dilakukan oleh kelompok masyarakat yang bertujuan untuk mempertahankan aliran dana memberi bukti bahwa masyarakat cukup memahami betapa pentingnya dana PDM-DKE bagi upaya peningkatan pendapatan. Efektivitas pelaksanaan sebagai fokus penelitian menunjukkan bahwa sekalipun waktu sosialisasi dan pencaiaran dana masih relatif rendah, namun tidak menjadi kendala terhadap proses pelaksanaan program secara keseluruhan terlihat dari perkembangan dan manfaat yang diperoleh masyarakat dan desa setelah mendapat program PDMDKE
The on going economic crisis in the Republic of Indonesia since the middle of 1997 results in varions social - economic problems as the increase in the number of unemployment because of the lay-off polyce in some sectors and people in poverty due to the decrease in their income rate both in urban dan rural areas. Consequently, it results in the other social problems as the increasein the criminal rate, the decrease in the health standard of the people, the deprivation of the education because of the lack of the financial capability and so on. Collectively, the problems will surely be the obstacle of the development of both urban and rural areas. The government made the policy and the steps in the form of Program Jaringan Pengaman Sosial (PJPS), a social safety net program is one of the problems througth the empowerment of the regions in overcoming the crisis (PDM-DKE). It is one of the direct helps fo the those in poverty because of the economic crisis. The objective of the study is investigate the extent to which the PDM-DKE program gives impact to the rural era people in poverty. Additionally, it aims at seeing how the planning process and the implementation of the program. Thus, the methode employed in the study is a describe one of an evaluative approach and the analysis is conducted. The results of the study show that the process of planning and implementing of the program operates was going well. The planning system likely to use top down planning that goes from the top level to bottom of the goverment that determines the rules and the variety of the activities in the general guidance of PDM-DKE and also the buttom up planning by actively taking apart in the implementation process in the determination of the variety of the activities must be conducted by the people. The saving and borrowing activity by the people aims at maintaining the fund flow of the PDM-DKE in improving the income of the people. The fund enables the economic and physical activities to be conducted by the people sustainably. The efectivity and focus of the research show that the program PDM-DKE can done well without conecting to time and money were came late.
Kata Kunci : Krisis Moneter, Program Pemberdayaan Daerah, economic crisis, social safety net program