Perbandingan kondisi Kota Kupang sebelum dan setelah pembentukan Kotamadya Kupang tahun 1990-2001
HEUMASSE, Jefry, Prof.Ir. A. Djunaedi, MUP.,PhD
2004 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan DaerahPeningkatan status Kota Kupang dari administratif menjadi kotamadya pada tahun 1996 memberi perubahan yang luas baik dalam bidang kewenangan pemerintahan maupun peningkatan luas wilayah, hal ini memberi dampak pada perubahan fisik dan non fisik kota. Penelitian ini bertujuan melihat manfaat yang diperoleh dengan membandingkan kondisi kota sebelum dan setelah diubah statusnya. Secara spesifik dideskripsikan perbandingan kondisi kota, perbandingan bidang kewenangan, kemanfaatan perubahan bidang kewenangan dan pengaruh faktor-faktor lain yang diduga berpengaruh terhadap perubahan kondisi fisik kota sebelum dan setelah pembentukan Kotamadya Kupang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data secara tumpang susun (overlay) terhadap petapeta tematik yang didukung oleh data dalam bentuk tabel dan grafik. Dari hasil analisis terlihat bahwa perbandingan kondisi kota lebih diindikasikan dari perubahan kondisi fisik kota yaitu perubahan intensitas area terbangun, kondisi fasilitas dan utilitas kota, serta perubahan kondisi transportasi. Kecenderungan perubahan ini terlihat bahwa sebelum kotamadya lebih terkonsentrasi di pusat kota atau dekat pusat kota, sebaliknya setelah kotamadya semakin menyebar dan relatif memadai ke arah pinggiran kota. Hal tersebut salah satunya sebagai akibat konsekuensi dari bidang kewenangan di dalam kebijakan arahan pemanfaatan ruang kota ke arah timur dan selatan kota. Selain itu faktor-faktor lain yang diduga berpengaruh terhadap perubahan kondisi fisik kota tersebut yaitu faktor internal dan eksternal, serta adanya faktor khusus lain (faktor lokal). Beberapa faktor yang cukup dominan diantaranya faktor transportasi, perekonomian dan posisi strategis Kota Kupang terhadap wilayah sekitarnya. Kemanfaatan bidang kewenangan terhadap perubahan kondisi fisik kota dapat berdampak positif sebagai akibat adanya kebijaksanaan keruangan yang mengarahkan perkembangan kota, serta pengembangan fasilitas dan utilitas kota. Sebaliknya terdapat penyimpangan pemanfaatan ruang kota sehingga dapat berdampak negatif terhadap peruntukan pemanfaatan ruang. Apabila ditinjau dari efektifitas pembangunan berkaitan dengan perubahan bidang kewenangan terhadap perubahan kondisi fisik kota maka setelah menjadi kotamadya menunjukkan kecenderungan yang relatif lebih baik.
The change of status of Kupang from Kota Administratif to be Kotamadya Kupang was determined in 1996. It gave impacts in the manner of large authority and territory of the Government as well as some conditional changes. This research aimed to describe conditional comparison related to the change of the city’s status. Specifically, there was description about conditional comparison of the city, comparison about authority, the advantages of authority changes and another factors in which influenced the condition of the city before and after Kotamadya Kupang was existed. The method of the research was qualitative descriptive one by mean of overlay technique of data analysis. The collected data were thematic map, tables and charts. Data analysis showed the comparative condition of Kota Kupang was more caused by its changes including physical condition such as: constructed area, facility and utility as well as transportation. There were trend that the changes in the center of Kota Administratif Kupang moved into outskirts city since Kotamadya Kupang was existed. This was a consequence of its authority in the directing guides about the space usage at eastern and northern parts of the city. Besides, the other predicted factors in the changes of physical condition were the internal and external as well as indigenous ones. Some factors i.e.: transportation, economy and strategic position of this city were dominant. The authority advantages in the manner of physical condition that gave positive impacts were caused by the city policy about space usage. This policy directed the city development as well as the development of its facility and utility. On the other hand, there was some misusing in space occupation that gave negative impacts in it. The effectiveness of development point of view showed that authority changes regarding the development of physical condition was better in kotamadya status of Kota Kupang.
Kata Kunci : Perkembangan Kota Kupang, Kondisi Fisik, the authority, physical conditional of change, internal and external factors