Kategorisasi ruang berdasarkan pemahaman makna bagi pengguna kawasan wisata Gunung Kawi
SETIAWAN, Pramono Hadi, Ir. Sudaryono, M.Eng.,PhD
2003 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan DaerahKawasan Wisata Gunung Kawi adalah salah satu obyek wisata unggulan di Malang, Propinsi Jawa Timur yang memiliki daya tarik utama faklor ritual. Ketenaran kawaan ini adalah karena adanya maka1.n dua tokoh karismatik yang sangat dihormati masyarakat. Dua figur karismatik tersebut telah meninggal pada abad 19, namun hingga saat ini penghormatan kepada mereka berdua masih dilakukan oleh masyarakat setempat dan pengunjung dari berbagai daerah, bahkan dari manca negara. Kondisi demikian menumbuhkan tingginya intensitas aktivitas sosial yang nampak dari banyaknya pengunjung dengan berbagai latar belakang dan tujuan, disamping itu interaksi yang terjadi dalam kehidupan sosial budaya masyarakat setempat juga menumbuhkan karakteristik sosial dan bentuk pola ruang yang khas. Namun demikian akurnulasi berbagai kegiatan ymg terakomondasikan dalam media ruang (spasial) berhadapan dengan keterbatasan kondisi fisik yaitu berada pada ketinggian dan kelerengan yang tidak sesuai sebagai kawasan terbangun. Fokus dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kawasan wisata Gunung Kawi, berdasarkan pemahaman para penggunanya dalam memandang ruang sesuai dengan makna yang ditangkapnya. Dikaitkan dengan perencanaan kota dan wilayah, pendekatan sosio - kultural pada obyek perencanaan sangat penting artinya seiring dengan adanya pergeseran paradigma perencanaan pembangunan menuju pada penguatan nilai nilai lokal saat ini. Analisis dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sebagai penelitian fenomenologis, karakteristiknya berlatar alamiah yang berpandangan bahwa suatu kenyataan tidak dapat dipahami sebagai keutuhan bila dipisahkan dari konteksnya, sehingga menuntut keterlibatan langsung dalam dinamika obyek penelitian. Penggunaan pendekatan ini ditujukan agar kenyataan-kenyataan gdnda dapat dipahami latar belakangnya secara penuh dan hubmgan yang terjadi dapat dianalisis secara tajam. Dari pengamatan dan wawancaxa dengan narasumber, ditarik topik aktivitasnya untuk kemudian disimpulkan makna yang mancul. Selanjutnya dari makna makna yang membentuk tema tersebut disusun kate8orisasi ruangnya. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa kawasan Wisata Gunung Kawi mampu tumbuh secara mandiri karena kekuatannya sebagai obyek wisata ritual. Perkembangan yang terjadi dikawasan ini tidak hanya dalam bentuk fisik saja, tetapi juga dalam ha1 sosial budaya. Aktivitas aktivitas tersebut akhirnya membentuk klafisikasi ruang yang dapat dikategorikan sebagai (I). Ruang bernilai sakral (2). Ruang pendukung aktivitas Ritual (3). Ruang untuk kegatan komersial.
Mount Kawi tourism object is one of the important objects in Malang, province of East Java, characterized by main interest of the ritual factor. The famous of this area is because of becoming the resting place of two very sacral and holy figures as well as highly honored by large community. Both charismatic figures passed away in 19" century but until now very high honor for them is still given by the inhabitants and the visitors from other areas or even abroad. This condition creates high intensity of social activities as indicated by the arrival of many visitors from various background and motives, besides the interaction happen in the socio-cultural aspects of the community there has also creates different social characteristics as well as particular form of space pattern. In the contrary, the accumulation of the various activities accommodated in space media (Spatial) contradicts against the limit of physical condition as the location lies highly from sea-level and has very steep surface therefore the location is indeed not that suitable for built up area. Focus of this research is to get clearly discription of this tourism object, based on the inhabitants and visitors comprehension in seeing the meaning of space suitable with their vision. Related with the urban and regional planning, the approach of the socio-cultural investigation for the planning object is very urgent matters, mainly by changes of the development paradigm the reinforcing of local value. The analysis of this research applies qualitative approach. As a phenomenal research, the characteristic of what based on the natural background is convinced that the actual conditions cannot be understood as a complex phenomenon if they are separated from the context. Therefore they absolutely demand for fully involve in the dynamics of the research objects. The approach is used so that the multiple realities found can be understood of the background perfectly and the correlations happen can be analyzed accurately. From the observation of behavior and resource person confession, we drive some topics based on conspicuous activities to determine the meaning of space. Further, the reflection of the meaning is connected to the existence of physical condition so that it can be determined to the form of the space pattern. In the end of this research, we conclude that the Mount Kawi tourism object is able to grow independently because of it's strenght of interest as a ritual tourism object. The development of this area not only growth in the physical aspect but also in socio-cultural, for instance by the existence of various activities orientated on ritual and economics importances. The activities finally cause such space categorization classified as (1) ritual space, (2) space for supporting the ritual ceremony, (3) spaces for commercial activities
Kata Kunci : Kawasan Wisata,Perencanaan Kota,Pemahaman Makna