Laporkan Masalah

Pemanfaatan tanah kas desa :: Studi kasus Desa Catur Tunggal Kecamatan Depok Kabupaten Sleman

LESTARI, Mayawati Jati, Ir. Sudaryono, M.Eng.,PhD

2003 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Desa Caturtunggal yang termasuk dalam Aglomerasi Perkotaan Yogyakarta, telah berkembang menjadi pusat pendidikan di Provinsi DIY. Perubahan sosial, ekonomi dan budaya sebagai akibat dari adanya transformasi nilai-nilai kehidupan kota pada masyarakat desa, yang tercermin melalui pola pemanfaatan ruangannya, secara perlahan telah merubah pola dan struktur ruang Desa Caturtunggal. Cepat lambatnya atau besar kecilnya perubahan dan perkembangan yang terjadi, tergantung potensi wilayah desa tersebut. Sebagai akibat dari perubahan tersebut, kebutuhan akan tersedianya tanah bagi keperluan pembangunan, baik untuk kepentingan negara/kepentingan umum maupun kepentingan bisnis, dalam skala besar maupun kecil, akan menggunakan tanah-tanah hak, baik yang dimiliki oleh perorangan, badan hukum maupun masyarakat desa (tanah desa). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan tanah kas desa dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Untuk itu digunakan metode induktif kualitatif dengan analisis deskriptif eksploratif. Teknik pengumpulan data primer dilaksanakan dengan observasi langsung di lapangan serta wawancara bebas dan mendalam dengan pejabat yang bersangkutan dan orang-orang kunci (key persons) Pemanfaatan tanah kas Desa Caturtunggal meliputi pelepasan hak, penyewaan dan pelayanan publik, serta pembangunan fasilitas jasa dan yang tetap merupakan tanah pertanian. Pelepasan tanah kas desa yang terbesar terjadi di daerah-daerah yang mempunyai aksesibilitas yang tinggi, dengan jalur-jalur jalan utama yang menghubungkan Kota Yogyakarta dengan kota-kota lainnya, yang digunakan untuk pembangunan perumahan, perhotelan, dan perluasan fasilitas pendidikan tinggi. Preferensi masyarakat untuk menyewa tanah kas desa sebagai tempat tinggal maupun tempat usaha cenderung semakin meningkat. Hal itu dikarenakan murah dan mudahnya prosedur menyewa tanah kas desa serta adanya faktor sekuritas. Pemerintah desa juga menyediakan pelayanan publik bagi masyarakat, seperti lapangan olahraga, pasar desa serta tempat pembangunan fasilitas pendidikan dan fasilitas peribadatan serta kuburan. Dalam upaya untuk meningkatkan penerimaan pendapatan asli desa, pemerintah desa juga membangun fasilitas jasa. Juga masih terdapat tanah kas desa yang merupakan tanah pertanian. Pemanfaatan tanah kas desa ini dipengaruhi oleh aksesibilitas, kepemilikan, tata guna tanah, nilai tanah, ketersediaan utilitas umum, perkembangan penduduk dan kebijakan pengelolaan tanah kas desa.

(Available in Fulltext

Kata Kunci : Tanah Kas Desa, Pemanfaatan, village, exploitation, farmland


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.