Upaya Peningkatan Kadar Vinkristin Kultur Suspensi Sel Daun Catharanthus roseus (L). G. Don
SITI KHOIRIYAH, Dr. Djoko Santosa, M. Si. ; Dr. apt. Indah Purwantini, M. Si.
2023 | Tesis | S2 Ilmu Farmasi
Catharanthus
roseus (L.) G. Don dikenal dengan tapak dara merupakan
tanaman
obat penghasil senyawa alkaloid seperti
vinkristin dan vinblastin sebagai antikanker yang memiliki
nilai ekonomi sangat tinggi dan diproduksi
dengan kadar yang sangat kecil. Metabolit sekunder vinkristin dan vinblastin
bisa diproduksi melalui kultur in vitro seperti kultur kalus dan kultur
suspensi sel. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mampu meningkatkan produksi
vinkristin yaitu penggunaan berbagai elisitor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh pemberian asam metil jasmonat dan triptofan dengan berbagai
konsentrasi terhadap pertumbuhan kalus, menganalisis produksi kandungan
vinkristin dan menetapkan kadar vinkristin yang mampu meningkat pada kultur
suspensi sel daun tapak dara.
Penelitian
ini menggunakan eksplan daun tapak dara yang ditanam pada media Murashige-Skoog
(MS) padat yang dilengkapi dengan penambahan zat pengatur tumbuh 2,4 D 1 mg/L
dan kinetin 4 mg/L. Kalus disubkultur selanjutnya dilakukan kultur suspensi
pada media MS cair dengan pemberian asam metil jasmonat dan triptofan dengan
berbagai konsentrasi. Pertumbuhan kalus dilakukan dengan menimbang bobot basah
dan bobot kering kalus. Kandungan vinkristin dan penetapan kadarnya dianalisis
dengan menggunakan High Performance Liquid Chromatography (HPLC).
Pertumbuhan kalus pada
kultur suspensi sel, perlakuan X50Y300 (triptofan 50 mg/L
dan asam metil jasmonat 300 µM) menghasilkan bobot basah tertinggi sebesar
1,094 g, sedangkan bobot kering tertinggi terdapat pada perlakuan X75Y200
(triptofan 75 mg/L dan asam metil jasmonat 200 µM) sebesar 0,166 g. Hasil
analisis HPLC menunjukkan pemberian asam metil jasmonat dan triptofan dengan
berbagai konsentrasi pada kultur
suspensi sel daun tapak dara mampu
menghasilkan senyawa vinkristin. Pada perlakuan
X50Y100,
X75Y100,
X100Y100,
X50Y200,
X75Y200 dan
X75Y300 mampu meningkatkan
kadar vinkristin, tetapi perlakuan X100Y200, X50Y300,
dan X100Y300 mengalami penurunan kadar vinkristin. Kadar
vinkristin tertinggi terdapat pada perlakuan X50Y200
(triptofan 50 mg/L dan asam metil jasmonat 200 ?M) yaitu sebesar
49,311 ppm.
Kata kunci : Catharanthus roseus (L.) G. Don, vinkristin, kultur suspensi sel, asam metil jasmonat, triptofan
Catharanthus roseus (L.) G. Don known as tapak dara
is a medicinal plant that produces alkaloid compounds such as vincristine and
vinblastine as anticancer agents which have very high economic value and are
produced in very small concentrations. Vincristine and vinblastine secondary
metabolites can be produced by in vitro culture such as callus culture and cell
suspension culture. One of the efforts made to be able to increase the
production of vincristine is the use of various elicitors. This study aims to
determine the effect of administration of methyl jasmonic acid and tryptophan
with various concentrations on callus growth, analyze the production of
vincristine content and determine the levels of vincristine that can increase
in cell suspension cultures of tapak dara leaves.
This study used tapak dara leaf explants grown on solid Murashige-Skoog
(MS) media supplemented with the addition of growth regulators 2.4 D 1 mg/L and
kinetin 4 mg/L. The callus was subcultured and then suspended in suspension
culture on liquid MS medium by administering methyl jasmonic acid and
tryptophan with various concentrations. Callus growth was carried out by
weighing the wet weight and dry weight of the callus. The vincristine content
and assay were analyzed using High Performance Liquid Chromatography
(HPLC).
Callus growth in cell suspension cultures, treatment X50Y300
(tryptophan 50 mg/L and 300 µM methyl jasmonic acid) produced the highest wet
weight of 1.094 g, while the highest dry weight was found in treatment X75Y200
(tryptophan 75 mg/L and methyl jasmonic acid 200 µM) of 0.166 g. The results of
the HPLC analysis showed that treated with methyl jasmonic acid and tryptophan
with various concentrations in cell suspension cultures of tapak dara leaves were
able to produce vincristine compounds. The treatments X50Y100, X75Y100, X100Y100, X50Y200, X75Y200 and X75Y300 were able to increase
vincristine levels, but treatments X100Y200, X50Y300,
and X100Y300 decreased vincristine levels. The highest
levels of vincristine were found in treatment X50Y200
(tryptophan 50 mg/L and methyl jasmonic acid 200 ?M) which was 49.311 ppm.
Keywords : Catharanthus roseus (L.) G. Don, vincristine, cell suspension
culture, methyl jasmonic acid, tryptophan
Kata Kunci : Catharanthus roseus (L.) G. Don, vinkristin, kultur suspensi sel, asam metil jasmonat, triptofan