Laporkan Masalah

Respons masyarakat terhadap program subsidi energi untuk air bersih :: STudi kasus Kelurahan Purwoyoso, Kalipancur dan Mangunharjo Kota Semarang

SUMARSO, Muhammad Yunan, Ir. Kawik Sugiana, M.Eng.,PhD

2003 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan Daerah

Program Subsidi Energi untuk Air Bersih adalah program bantuan prasarana air bersih dari pemerintah, ditujukan kepada masyarakat miskin perkotaan sebagai kompensasi atas kenaikan harga energi, listrik dan bahan bakar minyak. Program menekankan pentingnya partisipasi masyarakat, penyelenggaraan layanan dilakukan oleh masyarakat secara mandiri, dan mendorong masyarakat untuk menjaga keberlanjutan dari prasarana yang telah diberikan serta kelestarian sumberdaya airnya. Pada tahun anggaran 2001 Kota Semarang telah menerima bantuan program untuk 12 wilayah kelurahan. Penelitian dilakukan untuk mengkaji respons masyarakat penerima bantuan terhadap partisipasi, pengelolaan layanan dan keberlanjutan program dengan mengambil tiga kelurahan penerima bantuan modul air sumur dalam (deep well) sebagai daerah penelitian, yaitu k0elurahan Purwoyoso, Mangunharjo, dan Kalipancur; ketiga kelurahan mempunyai kondisi fisik wilayah dan sosialekonomi- budaya yang relatip berbeda. Pemanfaatan sumberdaya air dengan sumur dalam akan terkait langsung dengan kelestarian lingkungan, khususnya sumberdaya air. Dari hasil penelitian ini diketahui, bahwa adanya keleluasaan dalam pengelolaan telah mendorong terbentuknya kelembagaan dan pengembangan pola layanan yang berbeda. Partisipasi masyarakat di ketiga kelurahan, lebih banyak didorong oleh kesadaran atas penting dan bermanfaatnya program bagi mereka, namun tingkatan partisipasinya secara umum masih rendah, yaitu kebanyakan pada tingkatan partisipasi eksekusi. Secara proporsional, masyarakat dengan tingkatan partisipasi yang lebih tinggi, paling banyak dijumpai di kelurahan Kalipancur. Pengorganisasian lembaga layanan di kelurahan Kalipancur, memungkinkan lebih banyak anggota masyarakat untuk dapat berpartisipasi dalam penyelenggaraan pengelolaan layanan dibanding dua kelurahan penelitian lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa semakin rendah partisipasi masyarakat maka kualitas layanan yang dihasilkan lembaga yang dibentuk oleh masyarakat tersebut akan semakin rendah pula. Demikian pula, aspek-aspek yang mendukung terselenggaranya program bantuan prasarana air bersih yang berkelanjutan telah direspons positip oleh masyarakat di ketiga kelurahan. Kesimpulan dari penelitian ini, secara umum program telah direspons dengan baik oleh masyarakat sehingga terwujud kemandirian dan tanggungjawab masyarakat dalam pengelolaan layanan yang akan menjamin keberlanjutan layanan; hal ini perlu dukungan pemerintah, khususnya dalam peningkatan sumberdaya manusia, dengan bantuan teknis dan manajemen untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan dan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan layanan air bersih yang berkelanjutan.

The energy subsidy for water supply is a government program addressed to the urban poor community as a compensation of increasing power and fuel prices. This program is focused on the people activities in participating, managing, and sustaining water resources provided by the government. In 2001 fiscal year, it has been done in 12 kelurahan in Semarang Municipality. The research was aimed to observe the community responses in participating, managing, and sustaining the program. It covered three kelurahans, i.e. kelurahan Purwoyoso, Mangunharjo, and Kalipancur, that have different physical and social-economic-cultural condition. The utilization of water resources from the deep well has a direct interrelation with environmental sustainability, especially water resources. The results show that the freedom of water resources management has encouraged the institution and developed the different pattern of services. The community participation in three kelurahans has been motivated by themselves, but the level of participation is still low, mostly in the level of execution. Proportionally, the community that has higher level of participation is located in Kelurahan Kalipancur. The organization of service institution in Kelurahan Kalipancur stimulates many people for participating in managing the service more than the other places. It also shows that the lower community participation has the lowest quality of the institutional services. Thus, the aspects that supported the sustainable program, has been responded positively by the community in three kelurahans. It can be concluded that generally the program has been well responded by the community, so that the community independence and responsibility in managing the service have been realized in assuring the sustainability of the service. It needs supports from the government, especially in developing human resources, with technical assistance and management to increase the capacity of managing and participating in providing sustainable water supply service

Kata Kunci : Pembangunan Wilayah,Program Subsidi Energi,Air Bersih,Respon Masyarakat


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.