Studi Kelayakan Usaha Suplemen Probiotik Bubuk "ProbioGama" PT. Swayasa Prakarsa
Renno Meidi Akrommin, Prof. Dr. Ir. Endang Sutriswati Rahayu, M.S.; Dr. apt. Bondan Ardiningtyas, M.Sc.
2023 | Skripsi | TEKNOLOGI PANGAN & HASIL PERTANIAN
Probiotik
adalah mikroorganisme hidup yang dikonsumsi dengan jumlah yang cukup dan dapat
berkembang biak dalam saluran pencernaan manusia serta memberikan manfaat
kesehatan bagi tubuh manusia. Saat ini, probiotik sudah mulai diaplikasikan
pada makanan dan minuman salah satunya adalah suplemen makanan. Pasar suplemen
probiotik terus tumbuh akibat meningkatnya kesadaran masyarakat terkait dengan
kesehatan. Meskipun terdapat permintaan yang tinggi, sayang sebagian besar
produk yang beredar di pasar menggunakan kultur probiotik impor. PUI-PT Probiotik PSPG UGM telah mengambil
langkah inisiatif untuk mengatasi hal tersebut dengan melakukan pengembangan probiotik indigenous
(lokal), yaitu Lactoplantibacillus plantarum Dad-13 yang sudah berhasil
diaplikasikan dalam bentuk suplemen makanan. Hingga saat ini, belum ada studi
kelayakan usaha yang dilakukan untuk produk Probiogama. Studi kelayakan usaha
adalah analisis secara mendalam mengenai suatu usaha atau bisnis yang sedang
dijalankan untuk menentukan layak atau tidak usaha dijalankan. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi kelayakan usaha Probiogama untuk
menentukan layak atau tidak usaha dijalankan sebelum masuk ke tahap hilirisasi
dari aspek pasar dan pemasaran, teknis, organisasi dan manajemen, serta
finansial. Hasilnya bisnis suplemen probiotik bubuk Probiogama layak
dilaksanakan dari aspek non finansial yang terdiri dari aspek pasar dan
pemasaran, aspek teknis, aspek organisasi dan manajemen. Dari segi aspek
finansial, Probiogama layak dijalankan dengan umur proyek 10 tahun. Hal ini
dibuktikan dengan hasil perhitungan analisis kelayakan finansial pada tingkat
suku bunga 9,15% diperoleh nilai NPV sebesar Rp 20.443.251.267 l; IRR 83,7%;
Net B/C 3,0607; Payback Period 2 tahun 2 bulan; dan BEP yang layak disetiap
tahun produksi.
Probiotics
are living microorganisms that are consumed in sufficient amounts and can
reproduce in the human digestive tract, providing health benefits to the human
body. Currently, probiotics are being applied to food and beverages, one of
which is dietary supplements. The probiotic supplement market continues to grow
due to the increasing awareness of the public regarding health. Despite the
high demand, unfortunately, the majority of products circulating in the market
use imported probiotic cultures. PUI-PT Probiotics PSPG UGM has taken the
initiative to address this issue by developing indigenous (local) probiotics,
namely Lactoplantibacillus plantarum Dad-13, which has been successfully
applied in the form of dietary supplements. To date, no feasibility study has
been conducted for the Probiogama product. A feasibility study is an in-depth
analysis of a business or enterprise being carried out to determine whether it
is viable or not. Therefore, this research aims to conduct a feasibility study
of Probiogama to determine whether the business is viable before entering the
downstream stage in terms of market and marketing aspects, technical aspects,
organizational and management aspects, as well as financial aspects. The
results show that the Probiogama powdered probiotic supplement business is
viable in terms of non-financial aspects, including market and marketing
aspects, technical aspects, and organizational and management aspects. In terms
of financial aspects, Probiogama is viable with a project lifespan of 10 years.
This is evidenced by the results of financial feasibility analysis calculations
at an interest rate of 9.15%, which yielded an NPV value of Rp 20,443,251,267;
an IRR of 83.7%; a Net B/C of 3.0607; a Payback Period of 2 years 2 months; and
a viable BEP in each year of production.
Kata Kunci : studi kelayakan usaha, probiotik, suplemen probiotik, Probiogama, L. plantarum Dad-13