Hubungan Kekhusyukan dalam Shalat dengan Subjective Well-Being Pada Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Akbar Indra Wijaya, Dr. Budi Andayani, M. A., Psikolog
2023 | Skripsi | PSIKOLOGI
Mahasiswa idealnya memiliki tingkat subjective well-being yang tinggi untuk bisa memaksimalkan diri dalam mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai mahasiswa. Namun, menurut penelitian yang telah dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa masih rendahnya tingkat subjective well-being pada mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara kekhusyukan dalam shalat dengan subjective well-being pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang meneliti dua variabel, yakni kekhusyukan dalam shalat sebagai variabel bebas dan subjective well-being sebagai variabel terikat. Penelitian ini menggunakan Skala Khusyuk Sholat yang disusun oleh Romadhon (2019) dan Skala Kesejahteraan Subjektif Mahasiswa yang disusun oleh Utami (2010) sebagai alat ukur. Partisipan dalam penelitan ini terdiri dari 188 mahasiswa beragama Islam yang sedang berkuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif yang signifikan antara kekhusyukan dalam shalat dengan subjective well-being pada mahasiswa (r = ,47; p < ,001). Ketika analisis regresi dijalankan, variabel kekhusyukan dalam shalat mampu memberikan sumbangan efektif sebesar 21,9% pada variabel subjective well-being.
Students should ideally have a high level of subjective well-being to be able to maximize themselves in carrying out their duties and responsibilities as students. But, according to research that has been done before, it shows that the level of subjective well-being in students is still low. The aim of this study was to examine the relationship between khusyuk in shalat and subjective well-being among students. This study uses a quantitative approach that examines two variables, khusyuk in shalat as the independent variable and subjective well-being as the dependent variable. This study uses Skala Khusyuk Sholat compiled by Romadhon (2019) and Skala Kesejahteraan Subjektif Mahasiswa compiled by Utami (2010) as measuring instruments. Participants in this research consisted of 188 Muslim students who were studying at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. The results of this study indicate that there is a significant positive correlation between khusyuk in shalat and subjective well-being among students (r = .47; p < .001). When the regression analysis was run, the variable of khusyuk in shalat was able to make an effective contribution of 21.9% to the variable subjective well-being.
Kata Kunci : khusyuk, shalat, kekhusyukan dalam shalat, subjective well-being