Laporkan Masalah

Analisis Hasil Pengukuran Tanah AB (AB Gronden) menggunakan Metode Real Time Kinematic (RTK) di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Surya Adhi Pranata, Dr. Ir. Wahyu Wardhana, S.Hut., M.Sc.

2023 | Skripsi | KEHUTANAN

Pada tahun 2000, Kantor Wilayah Departemen Kehutanan Provinsi DIY mengusulkan Tanah AB menjadi kawasan hutan negara, dilengkapi dengan surat rekomendasi Gubernur Provinsi DIY mendapat persetujuan dari Menteri Kehutanan dan Perkebunan melalui Keputusan Menteri Nomor 197/Kpts-II/2000. Persetujuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan kegiatan tata batas oleh Kanwil Departemen Kehutanan DIY yang saat ini dilanjutkan oleh Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah XI. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran batas tanah dan distribusi Tanah AB sebagai salah satu dasar perencanaan Penataan Batas Kawasan Hutan pada Kawasan Hutan AB Kabupaten Gunungkidul.

Perencanaan pengukuran dilakukan dengan mengacu pada “Peta Kerja Orientasi Kawasan Hutan AB dalam Rangka Penataan Batas Kawasan Hutan Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta” dan Peta Tanah AB pada masa kolonial. Pengukuran batas polygon Tanah AB dilakukan menggunakan metode Real-Time Kinematic RTK. 

Pengukuran batas polygon dilakukan oleh Tim Penataan batas Kawasan Hutan pada Kawasan Hutan AB didampingi petugas KPH, perangkat desa, dan masyarakat desa. Dari hasil analisis data pengukuran lapangan, diketahui distribusi polygon Tanah AB di Kabupaten Gunungkidul sebesar 490,690 ha yang tersebar di 8 kapanewon antara lain Kapanewon Wonosari, Purwosari, Saptosari, Tepus, Panggang, Girisubo, Tanjungsari, dan Semanu. Terdapat pergesaran koordinat pada sebagian titik batas yang disebabkan oleh kondisi lapangan, batas tanah berdasarkan pembingbing lapangan, dan adanya bangunan di dalam bidang tanah AB.

In 2000, the Regional Office of Forestry of the Special Region of Yogyakarta Province proposed that Tanah AB become a state forest area, accompanied by a recommendation letter from the Governor of the DIY Province to obtain approval from the Minister of Forestry and Plantations through Ministerial Decree Number 197/Kpts-II/2000. This approval was then followed up with boundary delineation activities by the Yogyakarta Regional Office of the Ministry of Forestry which is currently being continued by the Balai Pemantaman Kawasan Hutan Wilayah XI (BPKH XI). This study aims to obtain description of land boundaries and distribution of Tanah AB as one of the basics for planning the Demarcation of Forest Areas in Kawasan Hutan AB of Gunungkidul Regency.

Measurement planning was carried out with reference to the “Peta Kerja Orientasi Kawasan Hutan AB dalam Rangka Penataan Batas Kawasan Hutan Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta” and Tanah AB Map during the colonial period. Measurement of the boundaries of the Tanah AB polygon was carried out using the Real-Time Kinematic (RTK) method.

The measurement of the polygon boundaries was carried out by the Forest Area Boundary Setting Team in the Kawasan Hutan AB accompanied by KPH officers, village officials, and the village community. From the results of field measurement data processing, it is known that the distribution of Tanah AB polygons in Gunungkidul Regency is 490,690 Ha spread over 8 sub-districts including Wonosari, Purwosari, Saptosari, Tepus, Panggang, Girisubo, Tanjungsari, and Semanu Districts. There is a shift in coordinates at some of the boundary points caused by field conditions, land boundaries based on field guidance, and the existence of buildings in the Tanah AB.

Kata Kunci : Tanah AB, RTK-Radio, distribusi polygon / Tanah AB, RTK-Radio, polygon distribution

  1. S1-2023-398375-abstract.pdf  
  2. S1-2023-398375-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-398375-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-398375-title.pdf