Peran Literasi Kesehatan Mental dan Stigma Diri terhadap Intensi Mencari Pertolongan Formal pada Dewasa Awal dengan Kecenderungan Depresi
Annisa Mufidatul Ulya, Diana Setiyawati, S.Psi., MHSc., Ph.D., Psikolog
2023 | Skripsi | PSIKOLOGI
Kasus depresi mengalami peningkatan beberapa tahun terakhir, namun penggunaan layanan kesehatan mental masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran literasi kesehatan mental dan stigma diri pada dewasa awal dengan kecenderungan depresi. Partisipan berjumlah 111 individu usia 18-29 tahun yang memiliki kecenderungan depresi kategori sedang, sedang menuju berat dan berat. Proses pengumpulan data menggunakan skala Mental Help Seeking Intention Scale (MHSIS), Multicomponent Mental Health Literacy Measure (MMHLM), Self-Stigma of Seeking Help dan Patient Health Questionnaire (PHQ-9) yang disebar online. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa literasi kesehatan mental dan stigma diri bersama-sama berperan terhadap intensi mencari pertolongan formal (F=31,8 (sig= 0,000, p<0 R2=0,371)).>0,05). Berdasarkan analisis tambahan cross tabulation, ditemukan perbedaan tingkat intensi mencari pertolongan formal berdasarkan jenis kelamin. Penelitian ini berkesimpulan bahwa stigma diri mampu memprediksi penurunan intensi mencari pertolongan formal, sedangkan literasi kesehatan mental tidak mampu memprediksi peningkatan intensi mencari pertolongan formal.
Cases of depression have increased in recent years, but use of mental health services is still low. This study aims to determine the role of mental health literacy and self-stigma in emerging adulthood with depression tendency. Participants totaled 111 people aged 18-29 years who had moderate, moderate to severe and severe depression categories. The data collection process used the Mental Help Seeking Intention Scale (MHSIS), Multicomponent Mental Health Literacy Measure (MMHLM), Self-Stigma of Seeking Help and Patient Health Questionnaire (PHQ-9) which were distributed online. The results of multiple linear regression analysis showed that mental health literacy and self-stigma together played a role in formal help seeking intention. (F=31,8 (sig=0,000; p<0 R2=0,371)).>0,05). Based on additional cross tabulation analysis, there is difference in formal help seeking intention were found based on gender. This study concludes that self-stigma predicts a decrease in formal help seeking intention, while mental health literacy cannot predict an increase in formal help seeking intention.
Kata Kunci : Intensi mencari pertolongan, literasi kesehatan mental, stigma diri, dewasa awal, depresi