Perkembangan kawasan wisata Batang Koban sebelum dan sesudah pemekaran wilayah Kabupaten Indragiri Hulu
SARIMAN, Ir. Bambang Hari Wibisono, MUP.,MSc.,PhD
2003 | Tesis | Magister Perencanaan Kota dan DaerahKawasan Wisata Batang Koban merupakan salah satu kawasan wisata yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi hasil pemekaran Kabupaten Indragiri Hulu. Pemekaran wilayah Kabupaten Indragiri Hulu sesuai dengan Undang- Undang No 53 Tahun 1999 Tentang Pembentukan Kabupaten baru di Propinsi Riau. Kawasan Wisata Batang Koban sudah dikenal sejak lama sebelum pemekaran wilayah namun perkembangannya sangat lambat. Sesudah pemekaran wilayah tahun 1999 secara administrasi Kabupaten Kuantan Singingi menjadi daerah otonom yang berkewenangan secara bebas untuk membentuk organisasi pemerintahan dan membangun wilayahnya sesuai dengan kemampuan keuangan daerah dan kerja sama dengan Pemerintah Daerah Propinsi dan Pusat. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat seperti apa perkembangan Kawasan Wisata Batang Koban sebelum dan sesudah pemekaran wilayah serta apakah pemekaran wilayah dapat menyebabkan perkembangan kawasan batang koban sebagai kawasan wisata. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan diskriftif analitik. Aspek yang dilihat dalam penelitian ini adalah akomodasi (resort), transportasi, pengunjung dan kebijakan Pemerintah Daerah. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan sesuai dengan landasan teori yang dipakai yaitu Teorinya Miosec (1976) dan Teorinya Butler (1980) dapat disimpulkan bahwa menurut Miosec di Kawasan Wisata Batang Koban telah terjadi beberapa perubahan: (1) Akomodasi (resort) sebelum pemekaran pada fase 1, sesudah pemekaran tetap fase 1; (2) transportasi sebelum pemekaran pada fase 1 menjadi fase 2 sesudah pemekaran; (3) pengunjung sebelum pemekaran pada fase 0 menjadi fase 1 sesudah pemekaran; (4) kebijakan Pemerintah daerah pada fase 0 sebelum pemekaran menjadi fase 2 sesudah pemekaran. Menurut Butler tahap perkembangan Kawasan Wisata Batang Koban baru masuk tahap ke 2 yaitu tahap pembangunan dan pengembangan. Melihat perkembanga Kawasan Wisata Batang Koban sebelum dan sesudah pemekaran wilayah dapat disimpulkan bahwa Kawasan Wisata Batang Koban lebih berkembang sesudah pemekaran wilayah artinya tujuan pemekaran wilayah untuk mempercepat pembangunan benar adanya. Walaupun pembangunan yang dilakukan tidak semuanya memberikan dampak langsung terhadap Kawasan Wisata Batang Koban bahkan banyak yang tidak langsung namun memberikan dampak positif
Batang Koban is one of the tourism resorts in Kuantan Singingi Regency. This regency is relatively new, which was resulted from the augmentation of Indragiri Hulu Regency, based on Law No. 53, 1999 on the Development of New Regencies in Riau Province. This resort has been recognized long time before the regency augmentation, but it grows very slow. Having this Law, this Kuantan Singingi Regency becomes an autonomous region, which has the privilege to develop its own governmental organization and develop the region according to its financial resources through a collaborative activities with the provincial and central government. This research is aimed at verifying the development of Batang Koban Tourism Resort as a result of regency augmentation. More specifically, this research compares a number of conditions of Batang Koban Tourism Resort and its surrounding, between before and after the regency augmentation. The method used is descriptive-analytic. The aspects analyzed in this research are accommodation (resort), transportation, visitors and the local government’s policies. The analysis was undertaken using Miossec (1976) and Butler (1980) theories. Based on Miossec’s theory, it is revealed that there are some conditions indicating either change or steady state in Batang Koban Tourism Resort and its surrounding areas, i.e.: (1) accommodation facility was in phase 1 before the regency augmentation, and is still in phase 1 after the augmentation; (2) transportation was in phase 1 before the regency augmentation, became phase 2 after the augmentation; (3) visitors was in phase 0 before the regency augmentation, became phase 1 after the augmentation; (4) local government’s policies was in phase 0 before the regency augmentation, became phase 2 after the augmentation. Butler’s theory was employed to show that Batang Koban Tourism Resort has been in the second stage of development. Based on the these two theories, it is concluded that Batang Koban Tourism Resort developed significantly after the regency augmentation. This means that the goal of regency augmentation to accelerate the development has produced positive results. Nonetheless, not all of the development programs generate direct impacts to Batang Koban Tourism Resort. In fact, there have been a number of activities having indirect positive impacts to the development of Batang Koban Tourism Resort
Kata Kunci : Kawasan Wisata,Pemekaran Wilayah