KAJIAN KAPASITAS INFILTRASI DI HUTAN PINUS (Studi Kasus di RPH Jati, BKPH Baturetno, KPH Surakarta)
NIKEN NUGRAHENI, Ir. Sri Astuti Hasanbahari, MS
2006 | Skripsi | S1 KEHUTANANKapasitas infiltrasi berbeda-beda menurut kondisi tanah, dan pada tanah yang sama kapasitas infiltrasi berbeda-beda tergantung pada kondisi permukaan tanah, struktur tanah, tumbuh-tumbuhan dan suhu. Kapasitas infiltrasi sebagai salah satu komponen hidrologi sangat dipengaruhi oleh pola penggunaan lahan yang diterapkan dalam suatu wilayah tertentu. Adanya perubahan pola penggunaan lahan dari hutan Pinus murni ke penanaman campuran antara Pious, Puspa dan Kopi serta tanaman pangan sebagai penerapan dari pola penanaman campuran yang untuk selanjutnya disebut kawasan mix planting, tentunya juga akan mempengaruhi kapasitas infiltrasi yang ada di tempat tersebut. Kapasitas infiltrasi sangat pentiog karena menentukan kemampuan dari suatu kawasan untuk memasukkan air ke dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan besarnya kapasitas infiltrasi yang terjadi di hutan Pious dan kawasan mix planting dan mengetahui pengaruh kepadatan volume taah serta n biomassa tumbuhan bawah terhadap besarnya kapasitas infiltrasi. Penelitian ini dilaksanakan di hutan Pi nus DT A Rahtawu dan di areal mix planting DTA Gajah Mungkur yang secara administratif terletak di kecamatan Karangtengah, kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Lokasi ini termasuk dalam wilayah pengelolaan Perhutani, yaitu di RPH Jati, BK.PH Baturetno, KPH Surakarta. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model regresi linear berganda . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di kedua lokasi penelitian dengan vegetasi yang berbeda bulk density memberikan pengaruh yang nyata terhadap besarnya kapasitas infiltrasi. Model yang dapat digunakan untuk menaksir besarnya kapasitas infiltrasi adalah dalam bentuk In Y = In (-1,941)- 3,886 ln X1 • Di hutan Pious variabel bulk density (X1) dan biomassa tumbuhan bawah (X2) memberikan pengaruh yang nyata terhadap besarnya kapasitas infiltrasi (Y) sedang di areal mix planting, kedua variabel tersebut tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap besarnya kapasitas infiltrasi. Berdasarkan basil tersebut maka diharapkan adanya suatu kebijakan untuk tetap mempertahankan k
Kata Kunci : kapasitas infiltrasi, hutan pinus, bulk density, biomassa tumbuhan bawah