KOMPOSISI JENiS VEGETASI DAN PEMANFAATAN RUANG PADA SISTEM PEKARANGAN ( Studi Kasus di Desa Nglanggeran, Kec. Patuk, Kab. Gunung Kidul, Yogyakarta)
FIDI MAHENDRA , Drs. Wiyono, M.Si.
2006 | Skripsi | S1 KEHUTANANKOMPOSISI JENIS VEGETASI DAN PEMANFAA TAN RU ANG PADA SISTEM PEKARANGAN (Studi Kasus di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta) Oleh: Fidi Mahendra1 Wiyono2 Priyono Suryanto2 fNTISARI Karakteristik sistem pekarangan salah satunya yaitu keanekaragaman jenis penyusun. Ragam jenis penyusun dalam pekarangan mempunyai korelasi terhadap fungsi pekarangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pekarangan di Desa Nglanggeran (berdasarkan luas dan komponen penyusun), mengetahui komposisi jenis serta pemanfaatan ruang pada sistem pekarangan. Penelitian ini menggunakan metode survei dan wawancara, dengan mengambil sampel 40 pekarangan secara acak, kemudian dikelompokkan berdasarkan luas dan komponen penyusun. Sistem pekarangan yang didapat, diambil 5 sampel untuk mengetahui komposisi jenisnya. Setiap sampel dibuat petak ukur 20 m x 20 m kemudian dicatat semua vegetasi berdasarkan tingkat pertumbuhannya. Analisis sistem pekarangan dan pemanfaatan ruang menggunakan metode deskriptif sedangkan untuk analisis komposisi jenis dengan menghitung lndeks Nilai Penting (!NP). llasil penelitian didapatkan 5 sistem pekarangan di Desa Nglanggeran yaitu sistem A. I (luas < 2.500 m2 , komponen penyusun pohon, buah, tanaman pangan, dan empon-empon), sistem A.2 (luas < 2.500 m2 , komponen penyusun pohon, buah, dan empon-empon), sistem B. I (luas 2.500 m2 -5.000 m2 • komponen penyusun pohon, buah, tanaman pangan, dan empon-empon), sistem C.I (luas > 5.000 m2, komponen penyusun pohon, buah, tanaman pangan, dan empon-cmpon), dan sistem C.2 (luas > 5.000 m2 , komponen penyusun pohon, buah, dan empon-empon). Ada 49 jenis vegetasi yang terdiri dari 25 famili. Nilai INP tertinggi pada tingkat pohon adalah Swietenia macrophy/La (45,30 %), pada tingkat tiang adalah Swietenia macrophylla (37,90 %), pada tingkat sapihan adalah Swietenia macrophy/la ( 128,06 %), dan pada tingkat semai adalah Polytrias amaura (34,82 %). Pemanfaatan ruang vertikal pada sistem A. I, didominasi oleh strata II (57,52 %), sistem A.2 pada strata II (37,46 %), sistem 8.1 pada strata Ill (50,73 %), sistem C. I pada strata Ill (49,03 %), dan sistem C.2 pada strata Ill (54, 16 %). Rasio pemanfaatan ruang horisontal pada sistem A. I (57,47 %), sistem A.2 (174,27 %), sistem 8.1 (80,78 %.), sistem C. I (47,60 %) dan sistem C.2 (95,35 %). Kata Kunci : Pekarangan, Komposisi Jenis, Pemanfaatan Ruang 1 Mahasiswa Jurusan Budidaya Hutan, Fakultas Kehutanan UGM 2
Kata Kunci : Pekarangan, Komposisi Jenis, Pemanfaatan Ruang