Pengaruh kecerdasan emosi terhadap komitmen pegawai dalam berkarir di Rumah Sakit Dokter MMoewardi Surakarta
MANDAYANI, Ira Dyah Loka, Drs. Gugup Kismono, MBA
2004 | Tesis | Magister ManajemenPenelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh kecerdasan emosi terhadap komitmen pegawai dalam berkarir di Rumah Sakit Dokter Moewardi Surakarta, serta menguji besarnya pengaruh masing komponen dalam kecerdasan emosi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Sampel untuk survey diperoleh dengan menggunakan metode random sampling, yaitu teknik sampling yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam suatu populasi. Teknik ini digunakan karena setiap pegawai mempunyai peluang yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel. Data dikumpulkan dengan menggunkan teknik: wawancara, dokumentasi dan teknik penyebaran kuesioner. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah bahwa hasil regresi berganda menunjukkan bahwa kecerdasan emosi berpengaruh secara signifikan terhadap komitmen pegawai dalam berkarir. Hal ini ditunjukkan oleh nilai Fhitung yang diperoleh dari uji ANOVA atau F test adalah 93,960 (> Ftabel) dengan tingkat signifikansi 0,000. Karena F hitung > F tabel (> 2,68), maka hal ini menunjukkan bahwa keempat komponen dalam kecerdasan emosi meliputi kesadaran emosi, kebugaran emosi, kedalaman emosi dan alkimia emosi secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap komitmen pegawai dalam berkarir. Variabel independen yang memiliki pengaruh paling dominan atau paling kuat terhadap komitmen pegawai dalam berkarir di Rumah Sakit Dokter Moewardi Surakarta (variabel dependen) secara signifikan adalah kedalaman emosi (X3). Hal ini ditunjukkan oleh nilai t hitung sebesar 2,642 yang lebih besar dari nilai t tabel (2,642>1,960) atau dilihat dari probabilitasnya lebih kecil dari 0,05 (0,024<0,05). Sedangkan variabel kebugaran emosi (X2) berpengaruh tidak signifikan. Hal ini ditunjukkan oleh nilai t hitung sebesar 1,673 yang lebih kecil dari nilai t tabel (1,673<1,960) atau dilihat dari probabilitasnya lebih besar dari 0,05 (0,098>0,05). Dari uji regresi didapat persamaan Y = -0,267 + 0,319 X1 + 0,198 X2 + 0,315 X3 + 0,276 X4. Berdasarkan nilai koefisien determinasi (R2) adalah sebesar 0,805. Menunjukkan bahwa 80,5% variabel komitmen pegawai dalam berkarir dapat dijelaskan oleh kesadaran emosi (X1), kebugaran emosi (X2), kedalaman emosi (X3), dan alkimia emosi (X4). Sedangkan 15,5% dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar model.
This research is aimed to examine the influence of emotional intelligence toward staff’s career commitment in Dokter Moewardi Hospital, Surakarta, and to examine degree of each component’s influence toward emotional intelligence. The method used in this research is survey method. Sample for the survey was got by using random sampling method, that is sampling technique performed randomly without considering strata in a population. This technique was used since each staff has same chance to be member of the sample. Data was gathered by using interview, documentation and questionnaire methods. Data analysis method in this research was multiple regression analysis. Result of this research is that multiple regression analysis shows that emotional intelligence significantly influenced commitment of the staffs to their career. It was showed by Fhitung value from ANOVA test and F test of 93.960 (> Ftabel) with significance level of 0.000. Since Fhitung > Ftabel (> 2.68), it shows that the four components in emotional intelligence of emotional awareness, emotional fitness, emotional depth and emotional alchemy significantly influence to the staff’s career commitment. Independent variable most dominantly or the most strong influencing the staff’s career commitment in Dokter Moewardi Hospital, Surakarta (dependent variable) was emotional depth (X3). It was showed by the thitung value of 2.642 that higher than ttabel value (2.642 > 1.960) or viewed from its probability that less than 0.05 (0.024 < 0.05). Another, emotional fitness variable (X2) did not have significant influence. It was showed by thitung value of 1.673 that less than ttabel (1.673 < 1.960) or from probability that was more than 0.05 (0.098>0.05). From regression analysis, it got an equation Y = -0.267 + 0.319 X1 + 0.198 X2 + 0.315 X3 + 0.276 X4. Based on determinant coefficient (R2) of 0.805, it showed that 80.5% variable of staff’s career commitment can be explained by emotional awareness (X1), emotional fitness (X2), emotional depth (X3), and emotional alchemy (X4), while 15.5% was explained by other factors out of the model.
Kata Kunci : Kecerdasan Emosi, Komitmen Berkarir, Regresi, Emotional Intelligence, Career Commitment, Regression