Macro and Micro Atmosphere of Borobudur's Cultural Landscape
Katarina, Dr. Suzie Handajani, M.A.
2023 | Tesis | S2 Antropologi
Lanskap budaya diproduksi secara sosial melalui ruang dan waktu. Latar belakang kebudayaan juga mengacu pada warisan budaya yang tidak hanya terfokus pada objek budaya tetapi juga pada konteks yang lebih luas di mana objek budaya tersebut berada. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang mengamati secara makro dan mikro suasana lanskap budaya Borobudur. Lingkup makro dilihat melalui data historis dan dianalisis melalui kerangka kerja konseptual genius loci. Data dikumpulkan melalui studi pustaka yang berfokus pada bagaimana institusi politik mengamati dan membangun citra lingkungan tempat tersebut. Institusi politik mendefinisikan bagaimana hubungan antara lingkungan alam dan lingkungan buatan manusia diupayakan untuk tetap ada. Cara pandang yang telah berubah dari awal terbentuknya lanskap budaya Borobudur hingga saat ini mempengaruhi pergeseran nilai, kepercayaan, dan hubungan budaya yang sedang berlangsung terhadap tempat tersebut. Di sisi lain, suasana mikro berhubungan dengan hubungan antara individu dan tempat dalam lanskap budaya, pusat alam, pertemuan sungai Elo dan Progo. Data yang berkaitan dengan suasana mikro dikumpulkan melalui penelitian lapangan dan wawancara mendalam dan dianalisis melalui konsep ruang eksistensial dan arsitektural. Hasil yang ditemukan adalah suasana makro lanskap budaya Borobudur, makna filosofis dan simbolisnya serta suasana yang berorientasi pada "pasar" memiliki peran penting dalam citra lingkungan para narasumber dan mempengaruhi genius loci dari tempat tersebut.
Cultural landscape is produced socially through space and time. Cultural landscape also refers to cultural heritage that is only focused on the cultural object but also on a wider context where it is placed. This is a qualitative descriptive study which observes macro and micro atmospheres of the Borobudur’s cultural landscape. Macro atmosphere is looked through historical data and analyzed through the conceptual framework of genius loci. Data was collected through bibliography study is focused on how political institutions observe and build the environmental image of the place. Political institutions define how the relationship between the natural and human-made environment is sought to exist. Worldviews that have changed from the inception of Borobudur cultural landscape to the present day were influencing ongoing shifts of values, beliefs and cultural relationship towards the place. On the other hand, the micro atmosphere deals with the relationship between the individuals and place within the cultural landscape, a natural center, Elo and Progo rivers confluence. Data related to the micro atmosphere is collected through field research and in-depth interviews and analyzed through the concept of existential and architectural space. What has been found is that the macro atmosphere of Borobudur’s cultural landscape, its philosophical and symbolical meanings as well as the market-oriented atmosphere have an important role in the environmental image of the informants and influence the genius loci of the place.
Kata Kunci : cultural landscape, genius loci, Borobudur, macro and micro environmental image