Rancang Bangun Alat Pengukur Parameter Fisik Sebagai Penunjang Penentuan Kualita Minyak Goreng
Ramadhan Rachmad Prakoso, Fakih Irsyadi, S.T., M.T.
2023 | Tugas Akhir | D4 Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol
Rancang bangun alat
penggukuran parameter fisik pada minyak goreng merupakan implementasi dari
permasalahan dalam penggunaan minyak goreng sehari-hari, dimana masyarakat
seringkali belum mengetahui atau memahami dengan baik tentang kualitas fisik
dari minyak goreng yang baik dan yang digunakan. Hal ini bisa menjadi masalah
karena kualitas minyak goreng yang buruk dapat berdampak negatif pada kesehatan
dan cita rasa makanan yang dihasilkan.
Terdapat 3 jenis
parameter fisik yang digunakan untuk menetapkan mutu suatu minyak goreng yaitu
: viskositas, aroma, dan warna. Ketiga paremeter tersebut menjadi landasan
dalam perancangan alat ini namun tidak terdapatnya nilai ambang batas yang
ditetapkan dalam tabel SNI syarat mutu minyak goreng pada ketiga parameter
tersebut menjadi salah satu tantangan bagi perancangan alat. Viskositas pada
minyak goreng adalah ukuran dari kekentalan atau kelenturan minyak pada suhu
tertentu. Semakin tinggi viskositas, semakin kental minyak goreng tersebut.
Metode penggukuran viskositas menggunakan hukum stokes atau bola jatuh bebas
dengan memanfaatkan bola magnet dan reed
switch sensor magnetic sebagai
pembacaan kecepatan bola jatuh . Aroma semakin sering digunakannya minyak
goreng mengakibatkan bau tengik pada minyak goreng yang merupakan indikasi
bahwa minyak tersebut telah mengalami oksidasi yang berlebihan atau terurai.
Gas atau bau yang mengalami oksidasi pada minyak goreng ialah gas berupa
senyawa HCHO (Formaldehida). Warna pada pemakian minyak goreng secara berulang
akan berubah dalam pembacaan warna diperlukannya sensor TCS 3200 dalam membantu
menentukan warna yang dihasilkan oleh minyak goreng berupa penggunaan metode luminositas untuk
menggambarkan warna dan nilai tingkat kecerahan..
Dari hasil pembuatan
rancang bangun yang telah dicoba
menggunakan 3 jenis pengujian yaitu melalui membandingkan 3 merk minyak goreng
melalui pemakaian hingga 3 kali tanpa adanya pemanasan, pengujian minyak
goreng melaui pemanasan serta pengujian
minyak jelantah hasil bekas warung
dihasilkan data dari pemrosesan mikrokontroller bahwa ketiga parameter dari sensor tersebut dapat menjadi indikator kualitas
minyak goreng yang digunakan layak atau tidak layak. Data – data hasil
dikumpulkan melalui metode literature, metode rancang bangun dan metode uji
coba. Penulis menyimpulkan bahwa alat ini merupakan pilihan yang tepat untuk
digunakan dalam tujuan membantu menggukur parameter fisik sebagai upaya
menentukan kelayakan minyak goreng.
The design of a tool for
measuring physical parameters in cooking oil is an implementation of problems
in the daily use of cooking oil, where people often do not know or understand
well about the physical quality of good and used cooking oil. This can be a
problem because poor quality cooking oil can have a negative impact on the
health and taste of the food it produces.
There are 3 types of
physical parameters used to determine the quality of a cooking oil, namely:
viscosity, aroma, and color. These three parameters form the basis for the
design of this tool but the absence of threshold values specified in the SNI
table for cooking oil quality requirements for these three parameters is one of
the challenges for tool design. Viscosity in cooking oil is a measure of the
thickness or flexibility of oil at a certain temperature. The higher the
viscosity, the thicker the cooking oil. The method of measuring viscosity uses
Stokes' law or a free falling ball by utilizing a magnetic ball and a magnetic
sensor reed switch as a reading of the speed of a falling ball. The aroma of
the more frequently used cooking oil results in a rancid smell in the cooking
oil which is an indication that the oil has undergone excessive oxidation or decomposition.
The gas or smell that undergoes oxidation in cooking oil is gas in the form of
HCHO (Formaldehyde) compounds. The color on repeated use of cooking oil will
change in color readings. The TCS 3200 sensor is needed to help determine the
color produced by cooking oil in the form of using the luminosity method to
describe color and brightness level values.
From the results of
making a design that has been tried using 3 types of testing, namely by
comparing 3 brands of cooking oil through using up to 3 times without heating,
testing cooking oil through heating and testing used cooking oil from used
stalls, data is generated from microcontroller processing that the three
parameters of the sensor This can be an indicator of the quality of cooking oil
that is used properly or improperly. The data results were collected through
literature methods, design methods and trial methods. The author concludes that
this tool is the right choice to be used for the purpose of helping to measure
physical parameters as an effort to determine the feasibility of cooking oil.
Kata Kunci : Aroma, Mikrokontroller, Viskositas, Warna.