Laporkan Masalah

Language and Intercultural Communication: Belgian Business Owner with Indonesian Workers in Murianto Workshop, Jepara, Central Java

Kireina Geza Ulfani, Andri Handayani, S.S., M.A

2023 | Tugas Akhir | D4 BAHASA INGGRIS

Penelitian ini mengeksplorasi dinamika komunikasi antarbudaya antara Niels Evens, seorang pemilik bisnis asal Belgia, dengan para pekerjanya yang berasal dari Indonesia di Murianto Workshop yang berlokasi di Jepara, Jawa Tengah. Dengan menggunakan Communication Accommodation Theory oleh Giles dan Coupland dan Conversational Constraints Theory oleh Kim, penelitian ini membahas interaksi antara adaptasi budaya dan strategi komunikasi yang digunakan oleh Niels Evens dalam konteks lintas budaya.  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komunikasi antar budaya yang terjadi antara  pemilik dan pekerja Murianto Workshop di Jepara, Jawa Tengah menggunakan Communication and Accommodation Theory oleh Giles dan Coupland dan Conversational Constraints Theory oleh Kim. Selain itu, penelitian ini  mengidentifikasi hambatan dalam berkomunikasi antara pemilik dan pekerja di Murianto Workshop.  Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur yang dilakukan dengan Niels Evens dan disajikan secara deskriptif kualitatif.

Temuan ini menunjukkan bahwa upaya Niels untuk beradaptasi dan memahami budaya lokal dapat disebut sebagai convergence dari Communication Accommodation Theory oleh Giles dan Coupland. Convergence adalah strategi komunikasi ketika seseorang menggunakan bahasa yang sama dengan lawan bicaranya dan juga beradaptasi dengan budaya setempat. Adaptasi ini memungkinkannya untuk berkomunikasi secara efektif dengan para pekerjanya, meskipun ada pergeseran yang diperlukan dari gaya komunikasi Eropa yang langsung ke pendekatan Indonesia yang cenderung tidak langsung. Meskipun banyak tindakannya yang mencerminkan kecenderungan kolektivis, Niels sengaja menetapkan batasan dengan para pekerjanya untuk menjaga lingkungan kerja yang profesional. Dari Conversational Constraints Theory oleh Kim, dapat disimpulkan bahwa kendala yang dihadapi Niels hanya dua dari lima kendala, yaitu kepedulian terhadap kejelasan dan efektivitas. Kendala yang dihadapi terkait dengan perubahan strategi komunikasi dari pendekatan langsung menjadi tidak langsung, yang merupakan kendala dalam beradaptasi dengan budaya lokal.

This study explores the dynamics of intercultural communication between Niels Evens, a Belgian business owner, and his Indonesian workers in the Murianto Workshop in Jepara, Central Java. Drawing upon the Communication Accommodation Theory by Giles and Coupland and the Conversational Constraints Theory by Kim, the study discusses the interplay of cultural adaptation and communication strategies employed by Niels Evens within this cross-cultural context. The objective of this study is to understand intercultural communication in Murianto Workshop in Jepara, Central Java using  the Communication Accommodation Theory and Conversational Constraints Theory.  It also  identifies the constraints during the communication between the owner and workers of Murianto Workshop. Data for this research were  gathered through a semi-structured interview conducted with Niels Evens and presented qualitative descriptively.

The finding shows that Niels’s effort to adapt and understand the local culture can be called convergence from the Communication Accommodation Theory by Giles and Coupland. Convergence is a communication strategy when a person uses the same language to the people they are talking to and also adapts  to the host culture. This adaptation enables him to effectively communicate with his workers, despite the necessary shift from a direct, European communication style to the more indirect Indonesian approach. Although many of his actions reflect collectivist tendencies, he deliberately establishes boundaries with his workers to maintain a professional work environment. From the Conversational Constraints Theory by Kim, it can be concluded that the constraints are only two out of five for Niels, which is concerned for clarity and effectiveness. These constraints he faced are related to the change of communication strategy from direct to indirect approach, which is his constraint in adapting to the local culture.

Kata Kunci : culture, intercultural communication, language, Belgium, Indonesia

  1. D4-2023-483406-abstract.pdf  
  2. D4-2023-483406-bibliography.pdf  
  3. D4-2023-483406-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2023-483406-title.pdf