Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Tapak Liman (Elephanthopus scaber Linn.) dan Rimpang Lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val. ) terhadap Parameter Hematologi Sel Darah Merah dan Histopatologi Organ pada Tikus Wistar Anemia
Rima Dwi Pratiwi, drh. Retno Murwanti, M.P., Ph.D
2023 | Tesis | S2 Ilmu Farmasi
Anemia masih menjadi masalah kesehatan di masyarakat. Penggunaan empiris dari tapak liman (Elephanthopus scaber Linn.) dan lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val.) menunjukkan bahwa keduanya memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai agen antianemia. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak tapak liman dan lempuyang wangi pada parameter hematologi sel darah merah dan histopatologi organ tikus Wistar anemia.
Simplisia daun tapak liman dan rimpang lempuyang wangi diekstraksi dengan etanol 70%, menghasilkan ETL dengan kadar total flavonoid 22,15 ± 0,81 mg/g LE dan ELW dengan kadar zerumbon 64,88 ± 1,58 µg/g. Delapan kelompok tikus Wistar betina diinduksi phenylhidrazine 40 mg/kg BB i.p selama 2 hari, kecuali kontrol normal. Perlakuan diberikan selama 7 hari (p.o) pada kontrol normal (aquadest), kontrol negatif (CMC-Na 0,5 %), kontrol positif (Na Feredetate 23,94 mg/Kg BB), dosis 1 (ETL 70 mg/Kg BB), dosis 2 (ELW 100 mg/Kg BB), dosis 3 (ETL 35 mg/Kg BB dan ELW 50 mg/Kg BB), dosis 4 (ETL 70 mg/Kg BB dan ELW 100 mg/Kg BB), dan dosis 5 (ETL 140 mg/Kg BB dan ELW 200 mg/Kg BB). Parameter hematologi sel darah merah diukur pada H1, H3, H6 dan H10. Organ diambil pada akhir pengujian untuk pengamatan histopatologi. Data dianalisis menggunakan one-way ANOVA (tingkat kepercayaan 95%).
Hasilnya menunjukkan bahwa dosis 4 dan dosis 5 meningkatkan hitung sel darah merah, hemoglobin, dan hematokrit secara signifikan setelah 3 hari pemberian dibandingkan kontrol negatif (p<0>
Anemia remains a health issue within the community. Empirical use of tapak liman (Elephanthopus scaber Linn.) and lempuyang wangi (Zingiber aromaticum Val.) indicates their potential as anti-anemia. This study examined the effects of tapak liman and lempuyang wangi extracts on red blood cell parameters and organ histopathology in anemic Wistar rats.
Tapak liman leaves and lempuyang wangi rhizomes were extracted with 70% ethanol, yielding ETL (total flavonoid content: 22,15 ± 0,81 mg/g LE) and ELW (zerumbone content: 64,88 ± 1,58 µg/g). Excluding the normal control, eight groups of female Wistar rats received intraperitoneal phenylhydrazine (40 mg/Kg BW) for 2 days. The treatments were administered orally for 7 days including the normal control (aquadest), negative control (CMC-Na 0.5%), positive control (Na Feredetate 23,94 mg/KgBW), dose 1 (ETL 70 mg/Kg BW), dose 2 (ELW 100 mg/Kg BW), dose 3 (ETL 35 mg/Kg BW and ELW 50 mg/KgBW), dose 4 (ETL 70 mg/Kg BW and ELW 100 mg/Kg BW), and dose 5 (ETL 140 mg/Kg BW and ELW 200 mg/Kg BW). Red blood cell parameters were measured at H1, H3, H6, and H10. Organs were collected for histopathological examination. Data were analyzed using one-way ANOVA with a 95 % confidence level.
Doses 4 and 5 significantly increased red blood cell count, hemoglobin, and hematocrit after 3 days of administration compared to negative control (p<0>
Kata Kunci : Zingiber aromaticum, Elephantopus scaber, in vivo, anemia