RANCANG BANGUN KWH METER DARURAT GUNA MEMONITORING KONSUMSI ENERGI LISTRIK PELANGGAN SAAT KONDISI BYPASS PADA KWH METER SATU FASA
Syifaul Jinan, Ir. Yulianus Wahyo Setiyono, M.T.
2023 | Tugas Akhir | D4 TEKNOLOGI REKAYASA ELEKTRO
Dalam
bisnis pendistribusian listrik, proses penghitungan energi yang dipakai oleh
pelanggan sangat penting untuk menentukan keuntungan dari penjualan energi
listrik. Namun, seringkali terjadi perbedaan antara energi yang disalurkan dan
energi yang terjual, disebabkan oleh susut teknis dan susut non teknis. Salah
satu permasalahan yang ditemukan adalah adanya bypass pada kWh meter saat
terjadi gangguan, yang mengakibatkan energi yang dipakai tidak terhitung dan
berdampak pada kerugian bagi perusahaan listrik (PLN). Untuk mengatasi masalah
tersebut, perlu dilakukan rancang bangun sistem kWh meter darurat yang dapat
memonitor pemakaian saat kWh meter mengalami gangguan dan bypass. Oleh
karena itu peneliti memiliki gagasan untuk merancang sebuah alat yang dapat
melakukan monitoring terhadap suatu sistem tenaga listrik pada pelanggan bypass
dan dapat digunakan kembali supaya petugas PLN dapat menggunakan alat ini
kembali yaitu “kWh Meter Darurat”. Hasil dari rancang bangun kWh meter darurat dapat
menjadi sebuah solusi PT.PLN untuk melakukan monitoring pada kWh meter
pelanggan yang mengalami bypass. Dengan menggunakan perangkat ini, petugas
dapat memantau pemakaian pelanggan secara real-time saat terjadi bypass. kWh
meter darurat ini memiliki hasil perhitungan nilai rata-rata penyimpangan pada
nilai penyimpangan maksimum sebesar ±1,0%. Dengan klasifikasi tersebut kWh
meter termasuk sebagai alat ukur yang dapat digunakan sebagai alat ukur
portabel atau alat ukur pada panel dalam pengukuran besaran listrik. Selain
itu, perangkat ini dapat direset untuk menghapus penggunaan pemakaian beban
sebelumnya. kWh meter darurat ini dapat digunakan sebagai alat ukur portabel
atau alat ukur panel dalam mengukur besaran listrik secara praktis dan efisien.
In
the electricity distribution business, the process of calculating the energy used
by customers is very important to determine the profit from the sale of
electrical energy. However, there is often a difference between the energy
distributed and the energy sold, caused by technical losses and non-technical
losses. One of the problems found is the presence of a bypass on the kWh meter
when there is a disturbance, which results in the energy being used being
incalculable and causing losses for the electricity company (PLN). To overcome
this problem, it is necessary to design an emergency kWh meter system that can
monitor usage when the kWh meter is disturbed and bypassed. Therefore
researchers have the idea to design a tool that can monitor an electric power
system for bypass customers and can be reused so that PLN officers can use this
tool again, namely the "Emergency kWh Meter". The results of the
emergency kWh meter design can be a solution for PT. PLN to monitor the kWh
meters of customers who experience bypass. By using this device, officers can
monitor customer usage in real-time when a bypass occurs. This emergency kWh
meter has the result of calculating the average deviation value at a maximum
deviation value of ±1.0%. With this classification, the kWh meter is included
as a measuring tool that can be used as a portable measuring instrument or
measuring instrument on a panel in measuring electrical quantities. In
addition, this device can be reset to remove previous load usage usage. This
emergency kWh meter can be used as a portable measuring instrument or a
measuring panel in measuring electrical quantities in a practical and efficient
manner.
Kata Kunci : kWh meter darurat, bypass, besaran listrik, monitoring