Pengendalian dan Penataan Ruang Dalam Kawasan Rawan Bencana Merapi III Di Kabupaten Sleman
Abdurrahman Said Setyawan Supama, Dr. Wahyu Yun Santoso, S.H., M.Hum.,LL.M.
2023 | Skripsi | ILMU HUKUM
Kawasan Rawan Bencana Merapi III Kabupaten Sleman adalah
kawasan lindung geologi, yang di prioritaskan untuk aspek ekologis, hidrologis,
dan mitigasi bencana. Peran serta masyarakat sekitar Kawasan Rawan Bencana
Merapi III sangatlah penting bagi fungsi utama kawasan tersebut.
Penelitian yang dilakukan terhadap pengendalian ruang
kawasan rawan bencana merapi ini dilakukan dengan sistem normatif empiris. Data
primer yang didapatkan oleh penulis berasal dari hasil wawancara dan mengkaji beberapa peraturan
tentang pengendalian dan penataan ruang kawasan rawan bencana. Penelitian dilakukan
bulan Maret tahun 2023. Penulis juga melakukan wawancara terhadap dinas terkait
yaitu BAPPEDA, BPBD Kabupaten Sleman, Pemerintah Kecamatan Cangkringan, dan Pemerintah Kalurahan Kepuharjo.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Pengendalian
dan Penataan Ruang Pada Kawasan Rawan Bencana Merapi III dilakuan oleh
Pemerintah Kabupaten dengan Pemerintah Kecamatan. Pengendalian dan Penataan
Ruang tersebut selalu diupayakan oleh pemerintah dan warga agar pengendalian
dan penataan ruang di kawasan rawan bencana bisa terstruktur dan menjadi tempat
perekonomian warga agar tidak merusak ekosistem dan fungsi utama dari Kawasan
Rawan Bencana Merapi III.
Merapi III Disaster Prone Area, Sleman Regency, is a geological protected area, which is prioritized for
ecological, hydrological and disaster mitigation aspects. The participation of
the community around the Merapi III Disaster Prone Area is very important for
the main function of the area.
The research conducted on the control of space in the
disaster-prone area of Merapi was carried out using an empirical normative
system. The primary data obtained by the author comes from interviews
with several
informants and review of several regulations regarding the control and spatial
planning of disaster-prone areas. This research was conducted in March 2023. The author also
conducted interviews with related agencies, namely BAPPEDA, BPBD Sleman
Regency, Cangkringan District Government, and Kepuharjo Village Government.
The results of this study indicate that Spatial Control
and Planning in Disaster Prone Areas of Merapi III is carried out by the
Regency Government and the District Government. The
Control and Spatial Planning is always attempted by the
government and residents so that control and spatial planning in disaster-prone
areas can be structured and become a place for the people's economy so as not
to damage the ecosystem and the main function of the Merapi III Disaster Prone
Area.
Kata Kunci : Kawasan rawan bencana, ekologis, hidrologis, dan mitigasi bencana.