Laporkan Masalah

PENGARUH SUHU DAN WAKTU PENGARANGAN TERHADAP RENDEMEN DAN KARAKTERISTIK ARANG KAYU Acacia hibrida (PERSILANGAN Acacia mangium dan Acacia auriculiformis)

Finny Widyaningtias, Ir. Denny Irawati, S.Hut., M.Si., Ph.D.

2023 | Skripsi | KEHUTANAN

Acacia hibrid merupakan jenis Acacia yang berasal dari persilangan antara Acacia mangium dan Acacia auriculiformis. Acacia hibrid memiliki
sifat yang mirip dengan kedua induknya namun belum ada informasi mengenai karakteristik arang Acacia hibrid. Oleh karena itu, penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui nilai rendemen dan karakteristik dari arang Acacia hibrida serta pengaruh suhu dan waktu pengarangan terhadap
rendemen dan karakteristik arang.
Penelitian ini menggunakan pohon Acacia hibrid berusia 10 tahun yang telah diperkecil hingga berbentuk chip. Pada penelitian ini juga menggunakan dua faktor perlakuan yaitu suhu (800°C dan 900°C) dan waktu pengarangan (10 menit, 20 menit dan 30 menit) dengan 3 ulangan.
Arang yang dihasilkan dihitung rendemen dan karakteristiknya (kadar air, berat jenis, kadar abu, kadar zat mudah menguap, kadar karbon terikat dan nilai kalor).    
Dari penelitian memberikan hasil sebagai berikut : rendemen 44,224% - 59,757%; kadar air 0,283% - 2,795%; berat jenis 0,274 – 0,413;
kadar abu 49,322% - 55,739%; kadar zat mudah menguap 12,406% - 16,543%; kadar karbon terikat 30,372% - 34,136%; dan nilai kalor 6978,667
kal/g – 7411,667 kal/g. Arang dengan kualitas terbaik diperoleh dari kombinasi perlakuan suhu pengarangan 900°C dan waktu pengarangan 10
menit. Dari arang yang dihasilkan telah memenuhi standar Indonesia, Jepang, Amerika dan Eropa untuk parameter kadar air, kadar zat mudah
menguap dan nilai kalor.

Hybrid Acacia is a type of Acacia derived from a cross between Acacia mangium and Acacia auriculiformis. Hybrid Acacia has similar
properties to both parents but there is no information regarding the characteristics of hybrid Acacia charcoal. Therefore, this study aims to
determine the yield value and characteristics of hybrid Acacia charcoal as well as the influence of temperature and carbonization time on the yield and characteristics of charcoal.

The study used a 10-year-old hybrid Acacia tree that had been scaled down to a chip. This study also used two treatment factors, namely temperature (800 ° C and 900 ° C) and carbonization time (10 minutes, 20 minutes and 30 minutes) with 3 repeats. The resulting charcoal is calculated for its yield and characteristics (moisture content, specific gravity, ash content, volatile metter content, fixed carbon content and calorific value).

From the study gave the following results: yield 44.224% - 59.757%; moisture content 0.283% - 2.795%; specific gravity 0.274 – 0.413; ash content 49.322% - 55.739%; volatile metter content 12.406% - 16.543%;  fixed carbon content 30.372% - 34.136%; and calorific value 6978.667 cal/g
– 7411.667 cal/g. The highest quality charcoal is obtained from a combination of 900°C authoring temperature treatment and 10 minutes
carbonization time. The charcoal produced has met Indonesian, Japanese, American and European standards for parameters of moisture content,
volatile substances and calorific value

Kata Kunci : Acacia hibrid, arang, energi, suhu, waktu;Hybrid acacia, charcoal, energy, temperature, time

  1. S1-2023-398311-abstract.pdf  
  2. S1-2023-398311-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-398311-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-398311-title.pdf