Laporkan Masalah

Revitalisasi Rumah Susun Bidara Cina dengan Pendekatan Biofilik

Muhammad Fazlur Rahman Veradin, Ardhya Nareswari, S.T., M.T., Ph.D.

2023 | Skripsi | ARSITEKTUR

    Arus urbanisasi di Jakarta mempengaruhi banyak aspek termasuk pemenuhan kebutuhan hunian yang layak. Untuk itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memprioritaskan program rumah susun sebagai solusi yang dinilai efektif. Rumah susun di Jakarta umumnya diberikan kepada masyarakat yang terdampak penggusuran seperti masyarakat yang tinggal di bantaran kali ciliwung. Tempat tinggal mereka digusur dan diberikan hunian baru yang dinilai lebih layak. Sayangnya, saat ini masih terdapat beberapa rumah susun yang sudah tidak layak untuk dihuni. Rumah susun tersebut tidak memenuhi berbagai aspek kelayakan seperti keamanan, kenyamanan, dan kesehatan. Maka rusun tidak layak ini perlu direvitalisasi.

    Pada tahun 2019, pandemi covid-19 melanda Indonesia. Perhatian masyarakat akan pola hidup sehat meningkat tajam termasuk kaitannya dengan arsitektur. Rusun yang merupakan hunian bertingkat dan memiliki komunitas dengan latar belakang penghuni yang serupa memerlukan perencanaan desain yang tepat untuk menunjang kebutuhan pasca pandemi.

    Berdasarkan masalah dan potensi tersebut, perancangan rusun dengan pendekatan biofilik dapat menjadi solusi. Dengan pendekatan ini, selain memberi kenyamanan, bangunan pun menjadi lebih sehat dan pengguna bangunan mendapat ruang untuk rileks. Dengan begitu, Rumah susun dapat menjaga keberlanjutannya.

    Urbanization in Jakarta affects many aspects, including the fulfillment of decent housing needs. For this reason, the Provincial Government of DKI Jakarta has prioritized the flats program as an effective solution. Flats in Jakarta are generally given to people affected by evictions, such as people who live on the banks of the Ciliwung River. Their homes were evicted and given new housing that was considered more appropriate. Unfortunately, currently there are still several flats that are no longer suitable for habitation. The flats do not meet various eligibility aspects such as security, comfort and health. So these unfit flats need to be revitalized.

    In 2019, the covid-19 pandemic hit Indonesia. Public attention to healthy lifestyles has increased sharply, including its relation to architecture. Flats which are multi-storey dwellings and have communities with similar occupant backgrounds require proper design planning to support post-pandemic needs.

    Based on these problems and potentials, flat design with a biophilic approach can be a solution. With this approach, in addition to providing comfort, the building becomes healthier and building users get space to relax. That way, flats can maintain their sustainability.

Kata Kunci : urbanisasi Jakarta, revitalisasi, pandemi, pendekatan biofilik

  1. S1-2023-443514-abstract.pdf  
  2. S1-2023-443514-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-443514-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-443514-title.pdf