Perancangan Agricultural Park di Seyegan, Sleman dengan Pendekatan Ekowisata
Setia Aji Wardana, Dr. Eng. Ir. Ahmad Sarwadi, M. Eng,. IPM.
2023 | Skripsi | ARSITEKTUR
Pertanian
merupakan penghasil pangan sekaligus sumber pendapatan sebagian masyarakat
Kabupaten Sleman. Namun, jumlah luas lahan pertanian terus menurun tiap tahunnya.
Alih fungsi lahan pertanian terjadi akibat pembangunan yang terus dilakukan.
Belakangan ini, pembangunan jalan tol Yogyakarta-Solo dan Yogyakarta-Bawen
turut mengurangi jumlah luas lahan pertanian di Kabupaten Sleman. Apabila terus
berlangsung, fenomena tersebut dapat mengancam keberlanjutan sektor pertanian
di Kabupaten Sleman. Ditambah lagi, tingkat regenerasi petani muda cukup rendah
sehingga jumlah petani di masa depan menurun. Pemerintah Kabupaten Sleman
menetapkan sejumlah Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan untuk mencegah alih
fungsi lahan pertanian. Namun, dibutuhkan upaya lebih untuk mewujudkan
keberlanjutan pertanian, yaitu dengan meningkatkan nilai ekonomi dari sektor
pertanian itu sendiri.
Agricultural Park bertujuan meningkatkan nilai
ekonomi sektor pertanian melalui kombinasi sektor pariwisata. Perpaduan
aktivitas pertanian dengan aktivitas pariwisata akan meningkatkan intensitas
kegiatan dalam ruang sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi dari sektor
pertanian tersebut. Perancangan Agricultural Park menggunakan pendekatan
ekowisata dengan tujuan menciptakan kegiatan pariwisata yang menarik, memberi
manfaat ekonomi, dan menjaga kelestarian lingkungan. Pendekatan ekowisata juga
menitikberatkan pada partisipasi masyarakat lokal sehingga kebermanfaatan Agricultural
Park didapatkan pula oleh masyarakat sekitar.
Perancangan
Agricultural Park dengan prinsip pendekatan ekowisata menggunakan konsep
Productive + Re-creative. Konsep tersebut diterapkan untuk menciptakan
desain dengan pengalaman ruang rekreatif sekaligus menunjang aktivitas
pertanian secara efisien. Implementasi konsep Productive + Re-creative
pada desain adalah (1) tata zonasi fungsi ruang berdasarkan aktivitas
pertanian, aktivitas rekreasi, dan aktivitas komersial, (2) sirkulasi sequential
untuk wisatawan dan sirkulasi direct untuk petani dan pengusaha, (3) tata massa
radial untuk memperkuat view sekitar, (4) bentuk massa dan pemilihan
material berdasarkan konteks lokal, serta (5) sistem struktur dan utilitas
untuk menambah suasana alami.
Agriculture is not only a food cultivation process, but also an
economic resource for many Sleman Regency’s people. Yet, the amount of
agricultural land is reducing. It is due to land use change for development
purposes. Recently, highway construction has also contributed to agricultural
land use change in Sleman Regency. This phenomenon is threatening the
sustainability of the agricultural sector. Furthermore, the low regeneration
rate of young farmers may end up with a decreased amount of farmers in the
future. The Sleman Regency Government established Sustainable Food Agriculture
Land to reduce agricultural land use change. But, to ensure the sustainability
of the agricultural sector, the economical value of the agricultural sector
needs to be increased.
Agricultural Park intended to increase the economical value of the
agricultural sector by combining it with the tourism sector. Combination of
agricultural activities and tourism activities will intensify activities within
space which will lead to increased economic value of the agricultural sector.
Agricultural Park planning used an ecotourism approach to create recreational
tourism activities, increase economic benefits, and preserve existing nature.
Ecotourism approach also emphasizes local communities' participation to give
them economical benefits of the agricultural tourism activities.
Productive + Re-creative concept is used for the design of the
Agricultural Park to create recreational space for tourism and efficient design
for agricultural activities. Implementation of the concept lay in (1) space
zoning based on types of activities, that is agricultural activities, tourism
activities, and commercial activities, (2) sequential circulation for tourist
and direct circulation for farmer, (3) radials mass order to highlight
surrounding views, (4) mass form and material choice based on local building
context, and (5) structural and utility system to intensify the natural
atmosphere.
Kata Kunci : keberlanjutan pertanian, wisata pertanian, agricultural park, ekowisata