Laporkan Masalah

Redesain Stasiun Kereta Api Kota Bekasi Melalui Pendekatan Green Architecture

Hafidz Rabbani Harizal, Dr. Ir. Dwita Hadi Rahmi, M.A.; Alyas Abibawa Widita, S.T., M.S., Ph.D.

2023 | Skripsi | ARSITEKTUR

Pertumbuhan penduduk di Indonesia mulai kembali normal setelah pandemi Covid-19 melanda pada awal tahun 2020. Setelah rentang 2 tahun, kondisi kehidupan masyarakat mulai beradaptasi dengan istilah new normal yang ditandai dengan masyarakat mulai menjaga kebersihan setiap saat dan membatasi pembicaraan dan interaksi secara langsung. Perubahan yang diakibatkan oleh new normal hanya melanda masyarakat, belum ada respon terbaru dari pemerintah terhadap fasilitas umum penunjang kehidupan masyarakat, khususnya aktivitas perpindahan masyarakat, fasilitas transportasi umum seperti stasiun kereta api di Bekasi. Mobilitas penduduk Kota Bekasi sebagian besar menuju ke arah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan sekitarnya. Bekasi menjadi salah satu kota yang memiliki suhu atmosfer yang cukup tinggi dibandingkan dengan wilayah lain. Dengan suhu yang tinggi dan jumlah penduduk yang smakin tinggi diperlukan sebuah solusi pada Stasiun Bekasi. Tidak hanya itu, selama 200 tahun terakhir, suhu permukaan bumi mulai naik secara perlahan yang dapat menghambat aktivitas manusia, hal tersebut terjadi karena banyaknya gas CO (karbon monoksida) dan CO2 (karbon dioksida) yang tersebar diudara, senyawa tersebut mampu merangkap panas matahari di atmosfer. Untuk merespon permasalahan tersebut, diperlukan sebuah solusi baru yang berupa Redesain Stasiun Bekasi dengan menggunakan pendekatan Green Architecture. Redesain stasiun akan meningkatkan mobilitas masyarakat dan meningkatkan kapasitas stasiun lama. Pendekatan Green Architecture akan difokuskan dengan aspek penghawaan, pencahayaan, dan kenyaman pengguna Stasiun Bekasi dalam melakukan aktivitas, pendekatan ini sangat cocok dilakukan untuk megurangi dampak negatif pada lingkungan selama stasiun ini beroperasi, seperti menggunakan menciptakan energi listrik sendiri dan merencanakan banyak bukaan pada massa stasiun untuk memaksimalkan ventilasi udara alami. Karya tulis ini menghasilkan sebuah gagasan desain Stasiun Bekasi baru yang memiliki kapasitas yang besar, ramah lingkungan dan berkelanjutan. Wajah Stasiun Bekasi memiliki massa dinamis yang dilengkapi dengan bukaan pada fasadnya untuk memaksimalkan pencahayaan dan penghawaan alami ruang dalam.

Population growth in Indonesia began to go back to every day after the Covid-19 pandemic hit in early 2020. After a span of two years, people's dwelling conditions commenced to evolve to the time period new everyday which turned into marked through human beings beginning to hold cleanliness always and limiting direct conversation and interplay. The changes resulting from the new normal have most effective hit the community, there has been no latest reaction from the authorities toward public facilities assisting people's lives, specifically network movement sports, public transportation centers together with the fireplace stage train station in Bekasi. Most of the mobility of the population of Bekasi town is heading closer to Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang and its surroundings. Bekasi is one of the towns that has a fairly excessive atmospheric temperature compared to different areas. With excessive temperatures and an increasingly more excessive population, an answer is needed at Bekasi Station. No longer best that, over the past two hundred years, the temperature of the earth's surface has began to rise slowly that could hamper human activities, this takes place because of the large quantity of CO (carbon monoxide) and CO2 (carbon dioxide) gases which are spread within the air, these compounds are capable of trap the sun's warmth in the atmosphere. Environment. To reply to those issues, a brand new solution is wanted within the shape of remodeling Bekasi Station the usage of the green structure approach. Station redecorate will increase network mobility and growth the capability of the old station. The green architecture approach will focus on the aspects of air flow, lighting fixtures, and luxury for Bekasi Station customers in wearing out activities, this technique could be very suitable to lessen poor influences at the environment even as the station is operating, including the use of developing its very own electrical strength and planning masses of openings in the station's mass to maximize herbal air ventilation. This paper produces a layout idea for a new Bekasi Station which has a massive potential, is environmentally pleasant and sustainable. The face of Bekasi Station has a dynamic mass that's equipped with openings in its facade to maximize the natural lighting fixtures and ventilation of the internal space.

Kata Kunci : Stasiun Bekasi, Green Architecture, Pencahayaan, Penghawaan, Kenyamanan

  1. S1-2023-443504-abstract.pdf  
  2. S1-2023-443504-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-443504-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-443504-title.pdf