Laporkan Masalah

Persepsi tentang perilaku kepemimpinan dan pengaruhnya terhadap komitmen pemimpin proyek pembangunan daerah

SULI, Syamsul, Prof.Dr. Djamaludin Ancok, MA

2003 | Tesis | Magister Manajemen

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan kepemimpinan pemerintahan daerah terutama dalam kaitannya dengan upaya untuk mempertinggi komitmen pemimpin proyek pembangunan daerah. Suksesnya pelaksanaan otonomi daerah yang sekaligus untuk memenuhi harapan dan berbagai tuntutan reformasi pelayanan publik, peranan pemimpin sangat diperlukan. Peran pemimpin begitu vitalnya dalam kebijakan publik sehingga tanpa pemimpin dan kepemimpinan yang baik maka kebijakan publik akan sia-sia (Dwijowijoto, 2003). Peran itu dapat dilihat dari perilaku kepemimpinannya yang dirasakan oleh pengikutnya, sehingga dalam penelitian ini peran tersebut dikaji dari sisi persepsi pemimpin proyek pembangunan daerah. Alat ukur yang digunakan untuk mengetahui perilaku kepemimpinan adalah Multifactor Leadership Questionnaire (MLQ) Form 5X dari B.M.Bass & B.J.Avolio (1990). Dari MLQ ini dapat diketahui apakah seorang pemimpin berperilaku transformasional atau beperilaku transaksional. Komitmen pemimpin proyek pembangunan daerah sangat dibutuhkan karena mereka adalah penentu keberhasilan pelaksanaan proyek pembangunan daerah. Tanpa komitmen yang tinggi, kegiatan proyek tidak akan berhasil dilaksanakan secara efesien dan efektif yang akhirnya akan membawa pada ketidakberhasilan sebagian kegiatan pelaksanaan otonomi daerah dan pemenuhan tuntutan pelayanan publik yang semakin baik. Komitmen dalam hal ini digunakan komitmen model Meyer & Allen (1990), yaitu komitmen afeksi, kontinum, dan normatif. Untuk mengetahui pengaruh perilaku kepemimpinan terhadap komitmen pemimpin proyek, maka antara perilaku kepemimpinan dan komitmen dikorelasikan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer diolah dari hasil kuesioner dan pengamatan langsung di lapangan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis multiregresi linier. Model variabel penelitian yaitu variabel independen adalah kepemimpinan transformasional dan kepemimpinan transaksional, sedangkan variabel dependen adalah komitmen afektif, komitmen kontinum (berkelanjutan), dan komitmen normatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel independen perilaku kepemimpinan transformasional berkorelasi positif dan berpengaruh secara signifikan terhadap komitmen afeksi, komitmen kontinum, dan komitmen normatif. Sedangkan perilaku kepemimpinan transaksional berkorelasi positif dan hanya berpengaruh secara signifikan terhadap komitmen normatif. Secara parsial pengaruh sub variabel dari variabel kepemimpinan transformasional dan transaksional, yang berpengaruh secara siginifikan terhadap ketiga variabel dependen yaitu perilaku kharismatik (idealized infulence) dan imbalan kontingensi. Sub variabel konsiderasi individual hanya berpengaruh secara nyata pada komitmen afeksi dan normatif. Sub variabel stimulasi intelektual hanya berpengaruh secara nyata pada komitmen kontinum. Sedangkan sub variabel motivasi inspirasional, management by exception, dan laissez faire tidak signifikan pengaruhnya terhadap komitmen organisasional pemimpin proyek di daerah.

The objective of the research is to know role of leadership in local government particularly for enhancing project manager’s commitment. Implementation of autonomy in local government successfully and fulfillment as a part of public services reformation, role of leadership is very necessary. Role of leader is very important in the execute public policies so that without good leadership and leader hence public policy will without effects (Dwijowijoto, 2003). This role is seem from leadership behavior that felt by its followers, so that in this research has studied from side of perception of project manager. Measuring instrument to know the leadership behavior is used Multifactor Leadership Questionnaire (MLQ) Form 5X by B.M. Bass & B.J. Avolio (1990). According to MLQ can be know behavior of leader whether they has transformational or transactional behavior. The commitment of project manager in the local government very required because is determinant of operational project successful. Project manager has a high commitment can do activity project efficiently and effectively so lead to local government autonomy implementation successfully and accomplishment of demand of public service which is good progressively. Commitment organization in this case used by commitment model the Meyer & Allen (1990), namely: affective commitment (AC), continuance commitment (CC), and normative commitment (NC). To know influence of leadership behavior towards organizational commitment of project manager, so leadership behavior was correlated with commitment organizational. The data used in this research are primary data. The primary data were obtained from questionnaire and direct monitor in field. And analysis method is linear multiple regression analysis. Model the research variables that are transformational and transactional leadership as independent variables and dependents variables are affective, continuance, and normative commitment. The finding of this research indicated that the transformational leadership behavior have positive correlation more to affect significantly on the affective, continuance, and normative commitment’s project manager than transactional leadership. In detail that affect, behavior of charismatic, contingent reward, individual consideration, and intellectual stimulation have positive correlation and affect significantly on the organizational commitment. Meanwhile inspirational motivation, management by exception, and laissez faire have not affect significantly to commitment organizational of project manager in local government.

Kata Kunci : Manajemen Perusahaan,Perilaku Kepemimpinan,Komitmen, Transformational leadership, transactional leadership, affective commitment, continuance commitment, normative commitment


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.