TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU PETERNAK SAPI TERHADAP PENYAKIT ANTRAKS DI DESA BEJIHARJO KAPANEWON KARANGMOJO KABUPATEN GUNUNGKIDUL
Pascalis Bramantyo Rahardian Koesbiantoko, Dr. Drh. Widagdo Sri Nugroho, M.P
2023 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN
Antraks merupakan penyakit infeksius ternak ruminansia yang berbahaya dan bersifat zoonosis. Terjadi kasus Antraks di Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul yang berbatasan langsung dengan Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, sehingga kesiapsiagaan masyarakat diperlukan untuk mencegah penyebaran Antraks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku peternak sapi terhadap penyakit Antraks di Desa Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian survei dengan melibatkan 90 responden, yaitu peternak sapi di Desa Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Data pengetahuan, sikap, dan perilaku peternak terhadap Antraks diperoleh menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara deskripsi statistik dan hubungan tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peternak di Desa Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul memiliki pengetahuan yang baik tentang Antraks sebanyak 19 peternak (21,11%), sikap yang baik sebanyak 60 peternak (66,67%), dan perilaku yang baik dalam menghadapi Antraks sebanyak 84 peternak (93,33%), serta hanya 15 peternak (16,67%) yang memiliki pengetahuan, sikap, dan perilaku yang baik dalam menghadapi Antraks. Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar peternak sapi di Desa Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul masih memiliki tingkat pengetahuan yang cukup sampai buruk, sedangkan tingkat sikap dan perilaku yang baik penyakit Antraks
Anthrax is a dangerous infectious disease of ruminant animals that is also a zoonosis. Anthrax cases have occurred in the Ponjong District, Gunungkidul Regency, which borders directly with the Karangmojo District, Gunungkidul Regency, necessitating community preparedness to prevent the spread of Anthrax. This study aims to determine the level of knowledge, attitude, and behavior of cattle farmers regarding Anthrax disease in the Bejiharjo Village, Karangmojo District, Gunungkidul Regency. This research uses a survey approach involving 90 respondents, namely cattle farmers in the Bejiharjo Village, Karangmojo District, Gunungkidul Regency. Data on farmers' knowledge, attitudes, and behaviors towards Anthrax were obtained using a questionnaire. Data analysis was conducted using descriptive statistics and the relationship between knowledge, attitudes, and behaviors. The results of the study show that farmers in the Bejiharjo Village, Karangmojo District, Gunungkidul Regency have good knowledge of Anthrax, with 19 farmers (21.11%) demonstrating good knowledge, 60 farmers (66.67%) exhibiting good attitudes, and 84 farmers (93.33%) displaying good behavior in dealing with Anthrax. Only 15 farmers (16.67%) were found to have good knowledge, attitudes, and behaviors in facing Anthrax. This study indicates that the majority of cattle farmers in the Bejiharjo Village, Karangmojo District, Gunungkidul Regency still have a moderate to poor level of knowledge, while exhibiting good attitudes and behaviors towards Anthrax disease.
Kata Kunci : Antraks, pengetahuan, sikap, perilaku, peternak Desa Bejiharjo