Laporkan Masalah

Analysis of Fare Structure Policy and Its Impact on the Subsidy Amount (Case Study: LRT Jakarta)

Andrea Anindyanari Wibowo, Taqia Rahman, S.T., M.Sc., Ph.D.

2023 | Skripsi | TEKNIK SIPIL

Kebijakan tarif memiliki peran penting dalam sistem transportasi umum dengan meningkatkan jumlah penumpang dan meningkatkan pendapatan/revenue sebagai tujuan utamanya. Saat ini, LRT Jakarta menerapkan struktur tarif flat sebagai kebijakan tarifnya. Penerapan struktur tarif flat berpotensi menyebabkan adanya ketidakadilan tarif per jarak perjalanan bagi penumpang dan hilangnya potensi mendapatkan revenue yang lebih besar dari jarak perjalanan yang lebih jauh bagi operator.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai kebijakan struktur tarif yang dapat diterapkan pada LRT Jakarta untuk mengurangi besaran subsidi dengan meningkatkan revenue, dengan tetap mempertimbangkan persepsi penumpang terhadap perubahan tarif yang terjadi. Analisis ability to pay digunakan sebagai dasar penentuan besaran tarif pada setiap kebijakan struktur tarif yang dirumuskan. Distribusi frekuensi penumpang pada tanggal 22 Juni 2022 digunakan sebagai dasar perhitungan revenue dan persepsi penumpang terhadap perubahan tarif yang terjadi pada setiap kebijakan struktur tarif yang dirumuskan.

Berdasarkan proses evaluasi menggunakan metode simple additive weighting untuk mengevaluasi struktur tarif flat yang saat ini diterapkan dan 19 alternatif kebijakan struktur tarif yang dirumuskan, struktur tarif flat yang saat ini diterapkan masih menjadi kebijakan struktur tarif yang terbaik untuk LRT Jakarta. Hasil terbaik kedua untuk alternatif kebijakan struktur tarif yang paling sesuai untuk dapat menurunkan besaran subsidi adalah kebijakan struktur tarif bertahap dengan tarif dasar Rp3.000,00 dan tarif penyesuaian Rp1.500,00 per km. Alternatif kebijakan ini dapat mengurangi besaran subsidi sebesar Rp16.065.000,00 per hari jika dibandingkan dengan struktur tarif flat yang saat ini berlaku pada LRT Jakarta.

Fare policy plays an important role in a public transport system with increasing ridership and increasing revenue as the primary objectives. Currently, LRT Jakarta implements flat fare structure as its fare policy. The implementation of flat fare structure has the potential to cause unfair fare per trip distances for passengers and the loss of potential revenue gains from longer trip distances for operator.

This research aims to analyze various fare structure policies that can be implemented by LRT Jakarta to reduce the subsidy amount by increasing the revenue, while still considering passengers' perception of fare changes that occur. Ability to pay analysis is used as the basis to determine the fare levels in each formulated fare structure policy. Passenger frequency distribution on June 22, 2022, is used as the basis for calculating the revenue and passengers' perception of fare changes that occur in each formulated fare structure policy.

Based on the evaluation process using simple additive weighting method to evaluate the currently implemented flat fare structure and 19 formulated fare structure policy alternatives, the currently implemented flat fare structure is still the best fare structure policy for LRT Jakarta. The result for the second-best fare structure policy alternative to reduce the subsidy amount is the sectional fare structure policy with the base rate of IDR 3,000.00 and rate adjustment of IDR 1,500.00 per km. This policy alternative reduces the subsidy amount by IDR 16,065,000.00 per day compared to LRT Jakarta's currently implemented flat fare structure.

Kata Kunci : Public Transport, Fare Policy, Fare Structure, Subsidy, LRT Jakarta

  1. S1-2023-425252-abstract.pdf  
  2. S1-2023-425252-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-425252-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-425252-title.pdf