Laporkan Masalah

PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK KUNYIT (Curcuma domestica) PADA PAKAN TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGIS SEKUM AYAM PETELUR (Gallus gallus domesticus)

Intania Tria Putri Fakhni, Dr. drh. Tri Wahyu Pangestiningsih, M.P.

2023 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN

Antibiotic growth promoter (AGP) pada ternak telah dilarang penggunaannya oleh pemerintah karena dapat menyebabkan resistensi terhadap bakteri patogen atau mikroflora usus yang dapat berdampak buruk pada manusia yang mengonsumsi produk ternak tersebut. Apakah kunyit sebagai imbuhan pakan dapat digunakan sebagai alternatif dari AGP perlu dilakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak kunyit pada pakan terhadap gambaran histologis sekum ayam petelur.

Materi penelitian adalah 2 ekor ayam petelur strain Isa Brown umur 14 minggu yang dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok kontrol (I) tidak diberi imbuhan pakan dan kelompok perlakuan (II) diberi imbuhan kunyit ekstrak sebanyak 10 ml per 800 g pakan. Perlakuan pemberian pakan dilakukan setiap pagi selama 8 minggu. Ayam yang telah diberi perlakuan kemudian dinekropsi untuk diambil organ sekum, kemudian sekum difiksasi pada buffer formalin 10%. Sampel organ diproses dengan metode parafin dan dipotong dengan ketebalan 5 µm menggunakan mikrotom kemudian diwarnai menggunakan hematoksilin-eosin (HE). Gambaran histologis sekum dianalisis secara deskriptif. 

Hasil penelitian menunjukkan adanya ruang subepitel pada sebagian vili sekum kelompok perlakuan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian ekstrak kunyit dengan dosis 10 ml per 800 g pakan setiap pagi dapat menyebabkan terjadinya perubahan histologis berupa terbentuknya ruang subepitel/Gruenhagen space pada sekum ayam petelur.

The use of antibiotics growth promoter (AGP) in livestock has been banned by the government because it can cause resistance to pathogenic bacteria or intestinal microflora which can be affected to humans who consume these livestock products. Whether turmeric as a feed additive can be used to replace to AGP needs to be study. This research aims to determine the effect of food addition turmeric extract on the histological features of the caecum of layer chicken.

Materi penelitian adalah 2 ekor ayam petelur strain Isa Brown umur 14 minggu yang dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok kontrol (I) diberi pakan biasa dan kelompok perlakuan (II) diberi pakan dengan penambahan ekstrak kunyit 10 ml per 800 g pakan. Pemberian pakan dilakukan setiap pagi selama 8 minggu. Setelah perlakuan selesai, ayam dinekropsi untuk diambil organ sekumnya, kemudian dilakukan fiksasi pada buffer formalin 10%. Sampel organ diproses menggunakan metode parafin dan dipotong dengan ketebalan 5 µm menggunakan mikrotom kemudian diwarnai menggunakan hematoksilin-eosin (HE). Fitur histologis sekum dianalisis secara deskriptif.

Hasil penelitian menunjukkan adanya ruang subepitel pada beberapa vili kelompok perlakuan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan ekstrak kunyit dengan dosis 10 ml per 800 g pakan setiap pagi menyebabkan perubahan histologis berupa ruang subepitel/ruang Gruenhagen pada beberapa villus ayam petelur sekum.

Kata Kunci : Ayam petelur, imbuhan pakan, kunyit, sekum, vili

  1. S1-2023-439041-abstract.pdf  
  2. S1-2023-439041-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-439041-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-439041-title.pdf