Uji Sensitivitas Antibiotik Tenamoxcin 500 WSP®, Neobact 200 WSP®, dan Maggot Oil® Terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Salmonella sp.
Raharjo Andi Prasetyo, drh. M. Th. Khrisdiana Putri, M.P., Ph.D.
2023 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN
Penyakit bakterial yang
menyerang pada ayam broiler sangat merugikan dan menghambat perputaran
perekonomian dunia perunggasan. Pengobatan dengan antibiotik yang kurang tepat
dapat menimbulkan resistensi sehingga pengobatan menjadi kurang efektif. Mulai
bermunculan pengobatan menggunakan bahan herbal untuk menanggulangi pengobatan
antibiotik yang semakin tinggi tingkat resistensinya. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui sensitivitas obat Tenamoxcin 500 WSP®, Neobact 200 WSP®, dan Maggot Oil® terhadap bakteri Staphylococcus aureus,
Escherichia coli, dan Salmonella sp.
Uji sensitivitas bakteri dilakukan dengan metode difusi
sumuran agar menggunakan media Muller
Hinton Agar (MHA) terhadap Tenamoxcin 500 WSP® dan Neobact 200 WSP® masing-masing generasi terbaru dengan enam
tingkatan dosis berdasarkan prosedur pada etiket obat (Tenamoxcin 500 WSP®:
0,375-0,5g/100kgBB, 0,75-1g/100kgBB, 1,5-2g/100kgBB, 3-4g/100kgBB, 4,5-6 g/100kgBB,
dan 6-8g/100kgBB; Neobact 200 WSP®:
13,75mg/kgBB, 27,5mg/kgBB, 55mg/kgBB, 110mg/kgBB, 165mg/kgBB, dan 220mg/kgBB) dan terhadap obat alami Maggot Oil®
dengan enam konsentrasi yang berbeda (1%; 5%; 10%; 25%; 50%; dan 100%). Hasil
analisis secara deskriptif berdasarkan zona inhibisi yang terbentuk disekitar
sumuran agar.
Berdasarkan hasil uji sensitivitas menunjukan bahwa Tenamoxcin 500 WSP®
dalam pengujian sensitif
terhadap Staphylococcus aureus dan Salmonella sp. sedangkan Neobact 200 WSP® dalam pengujian sensitif terhadap Staphylococcus aureus. Maggot Oil® sensitif
terhadap bakteri Salmonella sp. serta
ketiga obat tersebut resisten terhadap Escherichia coli.
Bacterial
diseases that attack broiler chickens are very detrimental to the and hamper
the turnover of the poultry world economy. Treatment with inappropriate
antibiotics can cause resistance, making treatment becomes less effective.
Emerging treatments using herbal ingredients to overcome antibiotic treatment
are increasingly high levels of resistance. This study aims to determine the
sensitivity of Tenamoxcin 500 WSP®, Neobact 200 WSP®, and
Maggot Oil® medicaments to bacteria Staphylococcus aureus, Escherichia
coli, and Salmonella sp.
Bacterial sensitivity tests were carried
out by well agar diffusion method using Muller
Hinton Agar (MHA) media against Tenamoxcin 500 WSP® and Neobact
200 WSP® each of the latest generations with six dose levels based
on procedures on medicament etiquette (Tenamoxcin
500 WSP®: 0,375-0,5g/100kgBB, 0,75-1g/100kgBB,
1,5-2g/100kgBB, 3-4g/100kgBB, 4,5-6 g/100kgBB, dan 6-8g/100kgBB; Neobact 200 WSP®:
13,75mg/kgBB, 27,5mg/kgBB, 55mg/kgBB, 110mg/kgBB, 165mg/kgBB, dan 220mg/kgBB) and against natural medicine Maggot
Oil® with six different concentrations (1%; 5%; 10%; 25%; 50%; and
100%). The results of the analysis are descriptively based on the inhibition
zone formed around the agar well.
The results show that Tenamoxcin 500 WSP®
in testing is sensitive to Staphylococcus
aureus and Salmonella sp. while
Neobact 200 WSP® in testing is sensitive to Staphylococcus aureus bacteria. Maggot Oil® is sensitive
to Salmonella sp. However, all three
medicaments are resistant to Escherichia
coli.
Kata Kunci : Antibiotik; Maggot Oil®; Neobact 200 WSP®; Sensitivitas; Tenamoxcin 500 WSP®