Laporkan Masalah

HUBUNGAN ASUPAN CAIRAN DENGAN KEJADIAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS TEGALREJO DAN JETIS, YOGYAKARTA

Muhammad Gilang Wijanarko, Dr. dr. Djayanti Sari, M.Kes., SpAn., KAP; dr. Mahmud, Sp.An., M.Sc., KMN., FIPM

2023 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Nyeri punggung bawah (NPB) menjadi masalah umum yang terjadi selama kehamilan. Salah satu faktor risiko yang dianggap berhubungan dengan terjadinya NPB adalah kurangnya asupan cairan. Asupan cairan yang adekuat penting untuk hidrasi nukleus pulposus. Hidrasi diperlukan agar tidak menyebabkan gangguan pada diskus intervertebralis dan lebih lanjut menimbulkan manifestasi NPB. Di Indonesia, studi mengenai hubungan faktor risiko dengan kejadian nyeri punggung bawah masih sedikit. Oleh karena itu, penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui hubungan asupan cairan harian dengan kejadian nyeri punggung bawah pada ibu hamil di Puskesmas Tegalrejo dan Jetis, Yogyakarta.

Tujuan: Mengetahui hubungan asupan cairan dengan kejadian nyeri punggung bawah pada ibu hamil di Puskesmas Tegalrejo dan Jetis, Kotamadya Yogyakarta.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain potong lintang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Berdasarkan data sekunder yang didapatkan dari kuesioner, jumlah sampel yang didapatkan adalah 100 ibu hamil. Asupan cairan didefinisikan sebagai status kecukupan konsumsi air putih dan konsumsi air putih harian. Analisis bivariabel menggunakan uji chi square, sementara itu analisis multivariabel menggunakan uji regresi logistik dengan kemaknaan nilai p < 0>

Hasil: Hasil analisis bivariabel menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia kehamilan dalam trimester dengan kejadian NPB (nilai p= 0,000). Ibu hamil dengan usia kehamilan trimester dua, memiliki kemungkinan 10,4 kali lebih besar mengalami NPB [OR 10,42 (95% CI 2,14 – 50,83)] dibanding dengan ibu hamil pada trimester satu. Ibu hamil dengan usia kehamilan trimester tiga, memiliki kemungkinan 28 kali lebih besar mengalami NPB [OR 10,42 (95% CI 5,62 – 139,63)] dibanding dengan ibu hamil pada trimester satu. Tidak ada hubungan yang signifikan antara usia ibu, riwayat kehamilan, status kecukupan konsumsi air putih, dan konsumsi air putih harian dengan kejadian NPB. Selain itu, analisis bivariabel juga menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara status kecukupan konsumsi air putih dan konsumsi air putih dengan disabilitas NPB yang diukur dengan kriteria ODI. Analisis regresi logistik multivariabel tidak dilakukan.

Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara asupan cairan dengan kejadian nyeri punggung bawah pada ibu hamil di Puskesmas Tegalrejo dan Jetis, Yogyakarta.


Background: Low back pain (LBP) is a common problem that occurs during pregnancy. One of the risk factors that are considered related to the occurrence of LBP is fluid deficiency. Adequate fluid intake is important for hydration of the nucleus pulposus. Hydration is needed so as not to cause interference with the intervertebral discs and further cause LBP manifestations. In Indonesia, studies regarding the relationship between risk factors and the incidence of low back pain are still few. Therefore, this study aims to determine the relationship between daily fluid intake and the incidence of low back pain in pregnant women at the Tegalrejo and Jetis Health Centers, Yogyakarta.

Objective: To determine the relationship between fluid intake and the incidence of low back pain in pregnant women at the Tegalrejo and Jetis Health Centers, Yogyakarta City.

Methods: This study is an observational study with a cross-sectional design. The sampling technique used was the total sampling technique. Based on the secondary data obtained from the questionnaire, the number of samples obtained was 100 pregnant women. Fluid intake is defined as the adequacy status of water consumption and daily water consumption. Bivariable analysis used the chi square test, while multivariable analysis used the logistic regression test with the significance value of p < 0>

Results: The results of the bivariable analysis showed that there was a significant relationship between gestational age in trimesters and the incidence of LBP (p value

= 0.000). Pregnant women in the second trimester of pregnancy have a 10.4 times greater chance of experiencing LBP [OR 10.42 (95% CI 2.14 – 50.83)] compared to pregnant women in the first trimester. Furthermore, pregnant women in the third trimester have a 28 times greater chance of experiencing LBP [OR 10.42 (95% CI

5.62 – 139.63)] compared to pregnant women in the first trimester. There is no significant relationship between maternal age, history of pregnancy, status of adequacy of water consumption, and daily water consumption with the incidence of LBP. In addition, the bivariable analysis also showed that there was no significant relationship between the adequacy status of water consumption and water consumption with LBP as measured by ODI criteria. Multivariable logistic regression analysis was not performed.

Conclusion: There is no significant relationship between fluid intake and the incidence of low back pain in pregnant women at the Tegalrejo and Jetis Health Centers in Yogyakarta.


Kata Kunci : Nyeri punggung bawah, asupan cairan, ibu hamil, Puskesmas Tegalrejo, Puskesmas Jetis

  1. S1-2023-438968-abstract.pdf  
  2. S1-2023-438968-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-438968-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-438968-title.pdf