Evaluasi sistem penilaian kinerja karyawan PT Garuda Indonesia di Yogyakarta
LINANGKUNG, Woro Maharetno, Drs. Gugup Kismono, MBA
2003 | Tesis | Magister ManajemenSistem penilaian kinerja merupakan salah satu bagian terpenting dan pengembangan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam suatu organisas1, sehingga keberadaannya harus senantiasa dievaluasi agar tidak menyimpang dan tujuan semula yaitu untuk mengetahui apakah karyawan selama melaksanakan pekerjaannya selama ini telah memenuhi standar yang telah ditetapkan sebelumnya oleh perusahaan atau belum. Peneliti memilih obyek penelitian pada PT. Garuda Indonesia cabang Yogyakarta dikarenakan perusahaan ini dikenal sebagai maskapai penerbangan nasional yang terbesar yang memiliki pengembangan SDM yang dianggap lebih baik dan perusahaan lain yang sejenis, sehingga diharapkan dapat dijadikan pedoman dalarn menerapkan sistem penilalan kinerja karyawan yang balk dalam perusahaan. Ada dua tujuan penelitian dalam tesis ini yaitu untuk mengetahui persepsi karyawan terhadap sistem penilaian kinerja yang selama ini diterapkan, dan untuk mengetahui perbedaan persepsi antar kelompok karyawan baik manajerial maupun non manajerial. Untuk mengukur sistem penilaian kinerja, peneliti menggunakan 5 dimensi pengukuran yaitu dirnensi frekuensi, dirnensi proses, dimensi umpan balik, dimensi kriteria, dan dirnensi appraiser (penilai). Setiap dimensi terdapat beberapa pernyataan yang harus diisi oleh responden. Oleh karena itu, peneliti menggunakan metode sensus dalam menganalisis data yang didapat melalui kuesioner yang disebar pada tanggal 19 September hingga 18 Oktober 2003. Mengingat variabilitas setiap ciernen yang relatif tinggi (heterogen) yaitu sebanyak 6 kelompok yang kemudian disederhanakan menjadi 3 kelompok, maka uji variabilitas yang cocok pada penelitian ini adalah uji beda rala-rata per item. Secara umum, hasih penelitian menunjukkan bahwa sistem penilaian kinerja yang selama ini digunakan telah dipersepsikan dengan baik oleh karyawan. Hal ini dapat dilihat dañ nilai rata-rata yang diperoleh dan kuesioner adalah 3,87, yang artinya sebagian besar responden menyetujui sistem penilaian kinerja karyawan yang diterapkan sciama ini. Dan dan hasil penelitian juga diperoleh kesimpulan bahwa terdapat sedikit perbedaan persepsi antara karyawan manajerial dan non manajerial, namun perbedaan itu tidak mempengaruhi persepsi positif karyawan terhadap sistem ini. Perbaikan dalam rangka penyempurnaan sistem ini disarankan oleb peneliti dalam setiap dimensi pengukuran, seperti: dalarn dimensi frekuensi. Penambahan frekuensi penilaian menjadi dua kali dalarn setahun dirasa lebih mengakomodasi keinginan karyawan terhadap umpan balik dan perusahaan yang dinasa terlalu lama bila hams dilakukan setahun sekali.
Kata Kunci : Manajemen Sumberdaya Manusia,Kinerja Karyawan,Penilaian