Laporkan Masalah

Analisis produktivitas melalui pendekatan productivity cycle pada joint operating body (JOB) Pertamina di Indonesia

ANGGRAENI, Dayu, Dr. Adi Djoko Guritno, M.Sie

2003 | Tesis | Magister Manajemen

Produktivitas merupakan salah satu dari kriteria yang berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Penilaian produktivitas belum dilaksanakan seutuhnya pada JOB di Indonesia. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis terhadap produktivitas dengan mengambil sampel JOB Talisman Tanjung, JOB Pertamina Lirik dan JOB Suryaraya Teladan. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Mengukur tingkat produktivitas parsial dan produktivitas total. 2. Mengevaluasi produktivitas dengan mengajukan alternatif solusi melalui pendekatan analisis sensitivitas dan PET. 3. Menentukan alternatif strategi perencanaan yang tepat untuk peningkatan produktivitas . 4. Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan produktivitas pada JOB. Alat analisis yang digunakan adalah productivity cycle, yang terdiri dari: a) Pengukuran produktivitas (Productivity Measurement) Menggunakan pendekatan model produktivitas parsial dan model produktivitas total (TPM). b) Evaluasi Produktivitas (Productivity Evaluation) Menggunakan pendekatan PET (Productivity Evaluation Tree) dan analisis sensitivitas. c) Perencanaan Produktivitas (Productivity Planning) Menggunakan PET (Productivity Evaluation Tree) dan analisis sensitivitas. d) Pengembangan dan peningkatan produktivitas (Productivity Improvement) Metode yang dipakai adalah APIM (Analytical productivity Improvement Model). Hasil dari pengukuran produktivitas total menunjukkan kinerja JOB Talisman Tanjung dan JOB Pertamina Lirik baik. Namun JOB Suryaraya Teladan yang menunjukkan kinerja yang menurun. Bila dilihat dari nilai produktivitas parsial, JOB Pertamina Lirik lebih baik daripada JOB Talisman Tanjung. Hal ini berarti secara keseluruhan, kinerja JOB Talisman Tanjung baik, namun dilihat secara divisional, kinerja dalam satu departemen ada yang lebih menonjol. Sebaliknya, nilai produktivitas parsial JOB Pertamina Lirik baik, namun ada faktor lain yang menurunkan nilai produktivitas total perusahaan. Dari evaluasi produktivitas disimpulkan semakin besar selisih input dan output, semakin besar pengaruhnya terhadap peningkatan produktivitas. Dari analisis sensitivitas, selisih antara output dan input untuk JOB Talisman Tanjung lebih dari 25%. Untuk JOB Pertamina Lirik, selisih antara input dan output lebih dari 80% dan selisih input output untuk JOB Suryaraya Teladan harus lebih dari 50% untuk mencapai setengah dari target yang diharapkan. Hasil dari perencanaan produktivitas ditemukan bahwa perencanaan dengan melaksanakan kebijakan secara simultan memberikan hasil yang lebih baik daripada hanya melaksanakan 1 kebijakan. Alternatif yang paling berpengaruh adalah implementasi alternatif 1, 2 dan 3 secara simultan. Hasil identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan produktivitas adalah tenaga kerja dan tugas (task). Faktor tenaga kerja berhubungan dengan pemberian insentive individu, komunikasi, promosi jabatan dan menciptakan suasana lingkungan kerja yang lebih baik. Faktor task berhubungan dengan keamanan.

Productivity is presented as one of seven criteria making up performance. Productivity assessment not fully implemented in JOB yet. Therefore, it needed to analyze the productivity assessment at JOB in Indonesia using three samples of JOB; JOB Talisman Tanjung, JOB Pertamina Lirik and JOB Suryaraya Teladan. The aims of this research are: 1 To measure productivity using partial productivity indicators and total productivity model. 2 To evaluate productivity through PET model and sensitivity analysis approach. 3 To determine the appropriate alternative to make the productivity planning. 4 To identify factors that effect total productivity change. We use productivity cycle as an analysis model that consists of: a. Productivity Measurement: partial productivity and total productivity approach. b. Productivity Evaluation: PET (Productivity Evaluation Tree) and sensitivity analysis approach. c. Productivity Planning: PET (Productivity Evaluation Tree) and sensitivity analysis approach. d. Productivity Improvement: APIM (Analytical productivity Improvement Model) approach. As a result of the total productivity measurement is JOB Talisman Tanjung performance as well as JOB Pertamina Lirik performance. However, JOB Suryaraya Teladan performance decreases slowly at certain time. From partial productivity side, JOB Pertamina Lirik is better than JOB Talisman Tanjung. It means JOB Talisman Tanjung performance is good as a whole, but is not good enough in each department. In the reverse side, performance of Job Pertamina Lirik is good in each department, but there are some factors that affect the level of total productivity decrease. The productivity evaluation conclusion is the bigger differences between input and output, the bigger effect to productivity change. Sensitivity analysis describes the interval of output and input. The differences between output and input should more than 25% for JOB Talisman Tanjung. The differences between output and input should more than 80% for JOB Pertamina Lirik. JOB Suryaraya Teladan should have the differences more than 50% to achieve 50% from the expected target. Productivity planning should recommend implementing the 1st, 2nd, and 3rd alternatives simultaneously. It gives the best result for productivity improvement. The forth step is productivity improvement which identify factors that affect the productivity change. There are employees and tasks. Employee factors are related to individual financial incentive, communication, employee promotion and better working condition. Task factor is job safety design.

Kata Kunci : Manajemen Perusahaan,Kinerja


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.