Produksi Tunas pada Induk Pangkasan Shorea leprosula, Shorea selanica, dan Hopea odorata pada Dua Periode Pemangkasan
Ryasmara Calebud, 1. Ir. Adriana, M.P.;Mochamat Gunawan Wibisono, S.Hut., M.Hum., M.Sc.
2023 | Skripsi | KEHUTANAN
Informasi terkait produksi tunas pada induk pangkasan Shorea leprosula, Shorea selanica, dan Hopea odorata pada dua periode pemangkasan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis dan tinggi pangkasan serta interaksi keduanya terhadap produksi tunas hasil pangkasan Shorea leprosula, Shorea selanica, dan Hopea odorata pada dua periode pemangkasan.
Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Berblok (RALB) yang terdiri dari dua perlakuan, yaitu spesies (Shorea leprosula, Shorea selanica, dan Hopea odorata) dan tinggi pangkasan (60, 80, 100 cm). Terdapat 9 kombinasi perlakuan dengan setiap kombinasi terdiri dari 4 tanaman. Terdapat 3 blok sebagai ulangan. Parameter yang diukur meliputi jumlah tunas, panjang tunas, diameter tunas, jumlah nodus, jarak internodus, dan jumlah daun.
Perlakuan jenis menunjukkan perbedaan yang signifikan pada parameter jumlah tunas, panjang tunas, jumlah nodus, jarak internodus, dan jumlah daun. H. odorata menunjukkan pertumbuhan tunas yang lebih optimal. Tinggi pangkasan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan pada semua parameter yang diamati. Namun terdapat kecenderungan bahwa tinggi pangkasan 100 cm menghasilkan jumlah tunas siap panen terbanyak. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa H. odorata dengan tinggi pangkasan 100 cm mampu menghasilkan pertumbuhan tunas yang optimal.
Information on production of shoot cuttings of stock plants of Shorea leprosula, Shorea selanica, and Hopea odorata in two periods of pruning is limited. The aim of this study was to determine the effect of different species and cutting height, and the interaction of the two treatments on the production of stock plants of Shorea leprosula, Shorea selanica, and Hopea odorata in two periods of cuttings.
The design of experiment was a Randomized Complete Block Design (RCBD) consisting of two treatments, species (S. leprosula, S. selanica, and H. odorata) and cutting height (60, 80, 100 cm). There were nine units of treatment combination, and each treatment consisted of 4 plants. There were three blocks as replications. The parameters measured included the number, length and diameter of shoots, number of node, length of internode, and number of leaves.
The different species had significant effects on number and length of shoots, number of node, length of internode, and number of leaves. H. odorata showed more optimal shoot growth. The cutting height had no significant effects on all parameters observed. However, there was a tendency that a cutting height of 100 cm produced the highest number of shoots ready for harvest. These results indicates that H. odorata with a cutting height of 100 cm can produce optimal shoot growth.
Kata Kunci : Kebun pangkas, Shorea leprosula, Shorea selanica, Hopea odorata, tinggi pangkasan, pertumbuhan tunas