Uji konsistensi model pengukuran kinerja Reksa Dana dan sensitivitas Benchmark :: Periode pengamatan April 2000 - Desember 2001
DAMAYANTI, Dr. Suad Husnan, MBA
2003 | Tesis | Magister ManajemenIsu utama yang di analisis dalam paper ini adalah konsistensi model pengukuran kinerja reksa dana dan sensitivitas benchmark. Tiga model pengukuran kinerja reksa dana (Metode Sharpe, Metode Treynor, dan Metode Jensen) diperbandingkan untuk mengetahui apakah ketiganya akan menghasilkan ranking yang identik manakala diaplikasikan pada reksa dana Indonesia. Tinjauan terhadap isu sensitivitas benchmark dilakukan dengan mengoperasionalkan dua metode pengukuran kinerja, Metode Treynor dan Metode Jensen (dengan proxy pasar IHSG dan LQ45), dimana tujuannya adalah melihat hubungan antara perubahan proxy pasar terhadap ranking kinerja reksa dana di Indonesia. Dari penelitian diperoleh kesimpulan, bahwa terdapat konsistensi metode pengukuran kinerja dari Metode Sharpe, Metode Treynor, dan Metode Jensen manakala diaplikasikan pada reksa dana saham dan reksa dana campuran di Indonesia. Tidak ditemukan adanya sensitivitas benchmark pada reksa dana saham dan reksa dana campuran di Indonesia.
This paper focuses on mutual funds performance analysis in Indonesia. First, we address the question of proper measure, different mutual fund’s performance measures (Sharpe Measure, Treynor Measure, and Jensen Measure) are compared to know whether each of the three measures giving the same ranking result of portfolio. Second, we take a look to Benchmark Sensitivity issue in Indonesia. This issue analyzed with the help of single index, which are IHSG and LQ45. This research recorded the existence of consistency between three mutual fund’s performance analysis (Sharpe, Treynor, and Jensen Measure) in Indonesia. Also recorded, there is no benchmark sensitivity in Indonesia mutual funds market.
Kata Kunci : Manajemen,Reksadana,Kinerja, Mutual Funds, Performance Evaluation, Benchmark Sensitivity.