Evaluasi transaksi Reksadana Smartfund dan produk perantara sureplus sebagai alternatif perbaikan penghasilan bunga bersih PT Bank Nile
WICAKSONO, Yudhi Agung, Dr. Mamduh M. Hanafi, MBA
2003 | Tesis | Magister ManajemenKomponen terbesar dari aset PT Bank Niaga Tbk per akhir Juni 2002 adalah obligasi rekapitalisasi dengan tingkat bunga sebesar 12,125 %, sementara di sisi kewajibannya komponen terbesar dari total kewajibannya adalah deposito berjangka dengan tingkat bunga sebesar 15 %. Salah satu upaya perbaikan kondisi negative spread tersebut adalah melakukan transaksi penjualan Reksadana Smartfund dengan portofolio obligasi rekapitalisasi PT Bank Niaga Tbk melalui produk perantara Sureplus kepada nasabah depositonya. Dampak dari transaksi tersebut adalah sebagian deposito berjangka dan obligasi Rekapitalisasi dialihkan ke Reksadana Smartfund, sehingga secara total terjadi perbaikan penghasilan bunga bersih bank. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi transaksi tersebut secara deskriptis analisis yaitu dengan mempelajari transaksi tersebut kemudian dilakukan analisis permasalahan secara kualitatif maupun kuantitatif. Dari analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa transaksi tersebut terbukti dapat memperbaiki penghasilan bunga bersih bank namun tetap memiliki risiko likuiditas bila terjadi penjualan kembali (redemption) kepada bank. Transaksi tersebut tidak akan dapat memperbaiki penghasilan bunga bersih bank bila pendapatan bunga obligasi untuk reksadana menjadi obyek pajak serta produk perantara Sureplus dianggap sebagai produk bank sehingga bank wajib menyediakan Giro Wajib Minimum, karena hal tersebut mengakibatkan pendapatan investor menjadi berkurang serta biaya bunga bagi bank menjadi bertambah.
The biggest asset component from PT Bank Niaga Tbk as of June 2002 is recapitalization bonds with 12,125% coupon rate and in the liability side, the biggest component is time deposits more than 15% of rate To reduce that negative spread, PT Bank Niaga Tbk has sold Smarfund mutual fund by using Sureplus product to its customer. The effect of that transaction is reducing the amount of recap bonds and the amount of time deposit also, and the result is increasing the net interest income. This thesis is evaluating that transaction by determining the risk occurred and giving the suggestion to eliminate that risk. The main risk is liquidity risk, especially when the huge of redemption is happened, to anticipate it, PT Bank Niaga should prepare the liquidity contingency plan. The transaction cannot solve the negative spread problem if the bank must have reserve requirement for this kind of transaction and also if the interest income from recap bond to mutualfund is subject to tax.
Kata Kunci : Manajemen Perbankan,Transaksi Reksadana, Smartfund, Sureplus, Mutual Fund, Redemption