Redesain Struktur Gedung Hotel 6 Lantai Berdasarkan SNI 1726:2019 dan SNI 2847:201
Caroline Valencia Kurniawan, Ir. Ali Awaludin, S.T., M.Eng., Ph.D., IPU, ACPE.
2023 | Skripsi | TEKNIK SIPIL
Bali merupakan salah satu
destinasi pariwisata yang sering dikunjungi oleh banyak
wisatawan. Potensi
pariwisata dapat ditingkatkan dengan penyediaan sarana penunjang berupa tempat
tinggal sementara seperti hotel. Sementara itu, di Bali terdapat persyaratan mengenai
batasan ketinggian gedung maksimum sebesar 15 meter dari
permukaan jalan. Untuk memenuhi
persyaratan ini, gedung dibangun secara vertikal dengan bertingkat
ke bawah. Konsep ini diterapkan
pada hotel 6 lantai dengan ketinggian gedung mencapai 21,7
meter yang terletak pada lereng.
Bangunan perlu dipastikan agar aman
terhadap bencana sehingga dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bagi
pengguna gedung. Gedung akan diperiksa sesuai peraturan terbaru untuk mengetahui keamanan gedung terhadap risiko gempa yang tinggi di Bali. Acuan standar peraturan yang
digunakan adalah SNI
2847:2019 dan SNI 1726:2019. Perancangan difokuskan pada elemen struktural seperti balok dan
kolom yang belum memenuhi persyaratan. Pemodelan struktur gedung dilakukan
dengan software ETABS untuk mengetahui nilai gaya dalam pada elemen
struktur. Dari hasil analisis pemodelan dan perhitungan, diperoleh kesimpulan
bahwa gedung eksisting tidak memenuhi persyaratan simpangan izin. Hasil analisis elemen balok yaitu semua balok telah memenuhi persyaratan batasan dimensi, aksial, geser, dan lentur
sehingga tidak dilakukan perubahan pada elemen balok. Pada kolom dilakukan perubahan
dimensi berukuran 50x75 dan 45x100, dimana dimensi ini telah memenuhi kapasitas
rasio < 1. Struktur dengan kolom
terbaru telah memenuhi syarat batas simpangan izin, batasan dimensi, analisis
lentur dan geser. Penambahan beban bangunan pada lereng menghasilkan nilai safety
factor sebesar 0,699 sedangkan jika ditambahkan beban gempa sebesar 0,411 sehingga
diperlukan tinjauan lebih lanjut terkait stabilitas lereng.
Bali
is one of the tourist destinations frequently visited by many tourists. The
potential of tourism can be enhanced by providing supporting facilities such as
temporary accommodations like hotels. However, in Bali, there are regulations
regarding the maximum building height, which is limited to 15 meters from the
road surface. To meet this requirement, buildings are constructed vertically
with multiple floors descending downwards. This concept is applied to a 6-story
hotel with a building height of 21.7 meters, located on a slope.
Buildings need to be ensured to be safe against disasters to provide security and comfort for the occupants. The building will be examined according to the latest regulations to determine its safety against the high earthquake risk in Bali. The reference standards used are SNI 2847:2019 and SNI 1726:2019. The design focuses on structural elements such as beams and columns that do not meet the requirements. The building structure is modelled using ETABS to determine the internal forces on the structural elements. From the modelling and analysis results, it is concluded that the existing building does not meet the allowable displacement. The beam analysis shows that all beams meet the dimensional, axial, shear, and flexural limits, so no changes are made to the beam. For the columns, dimensional changes are made with sizes of 50x75 and 45x100, which meet the capacity ratio < 1>
Kata Kunci : Evaluasi gedung, hotel, gempa bumi, stabilitas