PENGARUH TIPE KANDANG DAN JENIS PAKAN TERHADAP NEMATODIASIS PADA KAMBING BLIGON DI YOGYAKARTA
Athifah Nurulia Hadi, Dr. drh. Irkham Widiyono
2023 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWANKambing menjadi salah satu ternak yang banyak dipelihara di Yogyakarta. Kendala yang dihadapi dalam beternak salah satunya adalah penyakit parasiter oleh nematoda gastrointestinal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji infeksi nematoda gastrointestinal pada kambing Bligon milik warga Daerah Istimewa Yogyakarta yang dipelihara pada kandang tipe panggung dan litter dengan pakan dedaunan atau rumput. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dengan mengambil 30 sampel secara acak di Kabupaten Bantul khususnya Kecamatan Bambanglipuro, Kretek, dan Pandak. Pemeriksaan telur cacing dilakukan dengan metode uji apung Whitlock. Hasil statistik menunjukkan 9 dari 30 kambing (30%) positif terinfeksi nematoda. Nematoda yang ditemukan diantaranya Haemonchus sp. (16,7%), Strongyloides sp. (10%), Trichuris sp. (6,7%), Trichostrongylus sp. (3,3%), dan Ostertagia sp.(3,3%). Tingkat infeksi diurutkan dari tingkat tertinggi ke terendah adalah pada kambing yang dipelihara di kandang litter dengan pakan rerumputan (80%), kambing yang dipelihara pada kandang panggung dengan pakan rerumputan (42,9%), kambing yang dipelihara pada kandang panggung dengan pakan dedaunan (7,1%), dan kambing yang dipelihara pada kandang litter dengan pakan dedaunan (0%). Melihat hasil statistik tersebut dapat disimpulkan bahwa kejadian nematodiasis pada kambing Bligon di Yogyakarta memiliki asosiasi yang signifikan dengan tipe kandang dan jenis pakan yang digunakan.
Goats are one of the most widely kept livestock in Yogyakarta. One of the obstacles encountered in raising livestock is parasitic disease by gastrointestinal nematodes. This study aims to examine gastrointestinal nematode infection in Bligon goats belonging to the people of the Special Region of Yogyakarta which are kept in stilt type cages and littered type cages with leaves or grass. This research was conducted quantitatively by taking 30 random samples in Bantul Regency, especially in the Districts of Bambanglipuro, Kretek and Pandak. Examination of worm eggs was carried out using the Whitlock test method. Statistical results showed that 9 out of 30 goats (30%) were positive for nematode infection. The nematodes found included Haemonchus sp. (16.7%), Strongyloides sp. (10%), Trichuris sp. (6.7%), Trichostrongylus sp. (3.3%), and Ostertagia sp. (3.3%). The infection rates were sorted from highest to lowest in goats kept in litter cages with grass feed (80%), goats kept in stilt cages with grass feed (42.9%), goats kept in stilt cages with leaf feed ( 7.1%), and goats kept in litter cages with leaf feed (0%). Looking at these statistical results, it can be concluded that the incidence of nematodiasis in Bligon goats in Yogyakarta has a significant association with the type of cage and the type of feed used.
Kata Kunci : kambing Bligon, infeksi nematoda, tipe kandang, jenis pakan