Sustainable Credit Lending Regulations and Practices in the Indonesian Mining Industry: a Case Study on Nickel Mining
Raitama Zahra Prasetyo, Irna Nurhayati, S.H., L.L.M, Ph.D.
2023 | Skripsi | ILMU HUKUM
Banyak perusahaan nikel dan tambang yang mendapatkan pinjaman kredit dari bank-bank Indonesia menyebabkan kerusakan lingkungan. Ini merupakan masalah yang mendesak karena adanya permintaan tinggi atas bijih nikel untuk ekosistem baterai kendaraan listrik. Hal ini terkait dengan keuangan dan perbankan berkelanjutan, karena merupakan bentuk perbankan yang bertujuan untuk mencapai keberlanjutan, termasuk di bidang lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana hukum dan regulasi Indonesia menegakkan perbankan berkelanjutan. Selain itu, penelitian ini menemukan efektivitas regulasi dalam mengimplementasikan perbankan berkelanjutan dalam praktiknya. Efektivitas ini dianalisis dan usulan perbaikan diberikan sebagai tindak lanjut.
Penelitian hukum ini menggunakan pendekatan normatif-empiris. Ini terutama bergantung pada hukum dan regulasi yang didukung oleh studi literatur untuk menganalisis masalah-masalah tersebut. Hal ini didukung juga oleh wawancara untuk memahami bagaimana hukum dan regulasi tersebut diterapkan dalam praktiknya. Berdasarkan analisis data deskriptif, diagnostik, dan analisis kualitatif dari penelitian dan konsep-konsep yang ada, tujuan penelitian dapat disimpulkan.
Penelitian ini mencapai tiga kesimpulan. Pertama, hukum dan regulasi menerapkan bentuk paling dasar dari keuangan dan perbankan berkelanjutan. Namun, karena bentuk ini yang paling dasar, keuangan dan perbankan berkelanjutan tidak efektif dalam mencegah kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh tambang nikel di Indonesia. Data penelitian yang dikumpulkan oleh penulis disimpulkan dengan hipotesis untuk mendukung temuan kurangnya efektivitas. Untuk menyimpulkan pertanyaan penelitian ketiga, penulis menganalisis langkah-langkah yang dapat diambil untuk meningkatkan praktik dan implementasi, yaitu dengan meningkatkan inisiatif sukarela bagi bank-bank dan penguatan perbankan berkelanjutan oleh regulator. Dengan demikian, efektivitas perbankan berkelanjutan dapat ditingkatkan.
Many nickel companies and mines that are provided credit loans by the Indonesian banks damage the environment. This is an imminent issue due to the existence of high demand of nickel ore for EV-battery ecosystem. This relates to sustainable finance and banking, as it is a form of banking which has an objective to attain sustainability, including in the environmental field. This research seeks to analyze how the Indonesian laws and regulation enforces the sustainable banking. Further, the research finds the effectivity of regulation in implementing sustainable banking in practice. The effectivity was analyzed and improvement proposals were given thereafter.
This legal research employs a normative-empirical legal research. It primarily relies on laws and regulation as supported by literature studies to render analysis on the issues. This is further supported by interview in order to understand how the laws and regulations are practiced and implemented. From the descriptive and diagnostic data analysis, and qualitative analysis of research and concepts, the objectives of the research was able to be concluded.
This research came into three conclusions. First, the laws and regulations enforces the most basic form of sustainable finance and banking. Due to this most basic form, sustainable finance and banking is not effective to prevent environmental damages caused by nickel mines in Indonesia. The research data that was gathered by the author was concluded with hypotheses to support the findings of lack of effectivity. To conclude the third research question, the author analyzed the measures able to be done in order to improve the practice and implementation, which is to increase of voluntary initiatives for the banks, and the enforcement of a higher level of sustainable finance and banking by the regulators, the effectivity of sustainable banking can be increased.
Kata Kunci : sustainable banking, credit lending, nickel mining, EV-Battery