Laporkan Masalah

Urgensi Penerapan Pre-Merger Notification sebagai Sistem Pemberitahuan Merger dan Akuisisi di Indonesia (Studi Kasus: Keterlambatan Pemberitahuan Pengambilalihan Saham PT Pulau Bintan Djaya, PT Sumber Djantin, dan PT Sumber Alam oleh PT Hok Tong)

Destia Rahmadhani Prihadi, Prof. M. Hawin, S.H., LL.M., Ph.D

2023 | Skripsi | ILMU HUKUM

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan implementasi sistem notifikasi merger dan akuisisi dalam kasus Keterlambatan Pemberitahuan Pengambilalihan Saham PT Pulau Bintan Djaya, PT Sumber Djantin, dan PT Sumber Alam oleh PT Hok Tong dan menemukan urgensi prenerapan pre-merger notification sebagai sistem pemberitahuan merger dan akusisi di Indonesia. Penelitian ini melihat bagaimana implementasi sistem notifikasi di Indonesia berkaitan dengan kasus akuisisi tersebut dan menemukan keterkaitan dengan urgensi penerapan sistem pre-merger notification di Indonesia.

Penulisan hukum ini menggunakan metode normatif dengan menggunakan sumber data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan dan dokumen, serta dilengkapi dengan data yang diperoleh dari wawancara narasumber. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan case study dengan suatu kasus untuk memahami suatu isu terkait. Analisis dilakukan dengan metoder analisis kualitatif-deskriptif dengan pengorganisasian seluruh data, penjabaran, pembuatan sintesis, penyusunan tatanan sehingga dapat ditarik sebuah kesimpulan.

Berdasarkan analisis penelitian, ditemukan (3) tiga hasil penelitian. Pertama, keterlambatan pelaporan dalam kasus terjadi sebagai konsekuensi dari implementasi sistem post-merger notification di Indonesia. Kedua, kekurangan ditinjau dari implementasi pada kasus adalah keterlambatan yang mengakibatkan sanksi denda administratif. Ketiga, urgensi dari penerapan sistem pre-merger notification di Indonesia. Penerapan sistem pre-merger notification ditemukan sebagai jawaban dari kekurangan sistem post-merger notification di Indonesia.

This research aims to discover the implementation of merger and acquisition notification systems in the case of Delayed Acquisition Notification of PT Pulau Bintan Djaya, PT Sumber Djantin, and PT Sumber Alam by PT Hok Tong, and to determine the urgency of implementing pre-merger notification as a merger and acquisition notification system in Indonesia. This study examines how the implementation of notification systems in Indonesia relates to the aforementioned acquisition case and identifies the connection to the urgency of implementing pre-merger notification systems in Indonesia.

The methodology used in this legal writing is normative, employing secondary data obtained from literature reviews and documents, supplemented by data obtained from interviews with sources. This Legal Writing adopts a case study approach to understand a related issue. The analysis is conducted using a qualitative-descriptive analysis method, involving the organization of all data, elaboration, synthesis, and structuring in order to draw a conclusion.

Based on research analysis, three research findings were discovered. First, reporting delays in cases occur as a consequence of implementing the post-merger notification system in Indonesia. Second, the shortcomings identified in the implementation of the system are the delays that result in administrative penalty sanctions. Third, the urgency of implementing the pre-merger notification system in Indonesia. The implementation of the pre-merger notification system was found as a response to the shortcomings of the post-merger notification system in Indonesia.

Kata Kunci : Kata kunci: merger dan akuisisi, pemberitahuan merger dan akuisisi, pre-merger notification, post-merger notification, KPPU / Keywords: merger and acquisition, notification of mergers and acquisitions, pre-merger notification, post-merger notification, K

  1. S1-2023-439968-abstract.pdf  
  2. S1-2023-439968-bibliography.pdf  
  3. S1-2023-439968-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2023-439968-title.pdf